kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45922,49   -13,02   -1.39%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Depo Bangunan (DEPO) Prediksi Kinerja Penjualan Naik 10% Jelang Ramadan dan Lebaran


Selasa, 06 Februari 2024 / 12:53 WIB
Depo Bangunan (DEPO) Prediksi Kinerja Penjualan Naik 10% Jelang Ramadan dan Lebaran
ILUSTRASI. Depo Bangunan (DEPO) proyeksi penjualan naik 10% di jelang Ramadan dan Lebaran


Reporter: Rashif Usman | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten perusahaan bahan bangunan PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) memprediksi kinerja penjualan akan moncer menjelang momentum Ramadan dan Lebaran.

Direktur Caturkuda Depo Bangunan Erwan Irawan Noer mengatakan periode menuju Ramadan dan Lebaran secara historikal meningkatkan kinerja penjualan DEPO hingga 10%.

"Pada periode tersebut banyak pelanggan memenuhi kebutuhan perbaikan atau renovasi rumah. Ada peningkatan penjualan sekitar 10% dibandingkan hari-hari biasanya," kata Erwan kepada Kontan, Senin (5/2).

Erwan menyampaikan, secara keseluruhan kinerja DEPO tahun ini diprediksi tumbuh positif positif dibandingkan tahun sebelumnya. 

Pasalnya, industri konstruksi di Indonesia diperkirakan tumbuh sebesar 4,5% pada tahun 2024, sehingga ini memberikan dampak positif bagi bisnis bahan bangunan. 

"Selain itu, proses pemilu tahun 2024 juga berperan penting bagi pertumbuhan ekonomi secara nasional. Pemilu yang kondusif tentunya akan berdampak positif bagi bisnis bahan bangunan," ucapnya.

Baca Juga: Caturkarda Depo Bangunan (DEPO) Siapkan Capex Hingga Rp 260 Miliar Tahun Ini

DEPO menargetkan pendapatan tumbuh 14% dibandingkan tahun lalu dan laba meningkat sekitar 20%. Adapun untuk mencapai target tersebut, DEPO memiliki 4 strategi bisnis, yakni ekspansi gerai, pengembangan produk, peningkatan efisiensi dan proses serta penguatan fondasi untuk pertumbuhan.

Erwan menjelaskan, ekspansi akan dilakukan dengan membuka sekitar 4 toko baru yang berlokasi di Surabaya, Depok, Jakarta Selatan, dan Palembang.

"Semua lokasi yang disebutkan sudah dimiliki oleh DEPO. Pengembangan produk dilakukan dengan menaikkan marjin laba, diversifikasi risiko supply, dan pengembangan kategori dari produk tersebut," terangnya.

Kemudian, peningkatan efisiensi dan proses dilakukan dengan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dan sistem point of sale (POS) terkini dan meninjau kembali SOP DEPO.

Strategi terakhir, penguatan fondasi untuk pertumbuhan dilakukan dengan mengelola sumber daya manusia dengan lebih baik lagi dan membekali karyawan dengan pengetahuan dan keterampilan atau pembukaan training academy.

Pada tahun ini, lanjutnya, DEPO menganggarkan belanja modal (capex) sekitar Rp 260 miliar untuk berbagai kebutuhan ekspansi. 

 

"Adapun alokasi modal tersebut sebanyak 28% untuk perolehan tanah dan bangunan gerai fisik, 56% untuk proses konstruksi gerai fisik dan sisanya adalah untuk berbagai macam fasilitas pendukung gerai fisik," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×