kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Dewan energi usul insentif untuk investor EBT


Selasa, 09 Mei 2017 / 10:42 WIB
Dewan energi usul insentif untuk investor EBT


Reporter: Azis Husaini | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Dewan Energi Nasional menyatakan, ketentuan tarif listrik dari energi baru dan terbarukan (EBT) yang dipatok 85% dari biaya pokok produksi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)  menyebabkan investor bingung. Untuk itu Dewan Energi mengusulkan ada bank khusus yang melayani energi terbarukan dan memberi insentif ke investor EBT.

Tantangan Permen ESDM No. 12 tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga Listrik cukup beragam. Banyak investor panas bumi yang mengundurkan diri. "Bahkan utusan negara lain mendesak agar aturan baru itu direvisi," ujar anggota Dewan Energi Nasional Rinaldy Dalimi dalam rilis, Senin (8/5).

Dia mencontohkan, India telah mengembangkan 6.500 MW PLTS dengan harga US$ 0,07 per kwh, China 1.000 MW PLTS dengan tarif US$ 0,078  per kwh. Lalu Jepang dan Australia sudah menemukan efisiensi solar cell hingga 40%.

"Di Indonesia, tarif mengacu pada 85% biaya produksi PLN per wilayah. DI Jawa biaya produksi rendah, sehingga tidak menguntungkan, tapi  luar Jawa biaya produksi masih tinggi, sehingga masih bisa menarik,” paparnya.

Dewan Energi mengusulkan  pemberian insentif pajak. "Di India ada bank khusus EBT dan empat menteri untuk mengatur pengembangan energi terbarukan," ucapnya.

Rinaldy mengingatkan, EBT merupakan energi masa depan dan negara-negara maju terus mengembangkan jenis energi tersebut dengan pesat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×