kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.790.000   -15.000   -0,53%
  • USD/IDR 16.915   -42,00   -0,25%
  • IDX 9.057   46,92   0,52%
  • KOMPAS100 1.247   9,12   0,74%
  • LQ45 878   6,90   0,79%
  • ISSI 333   3,44   1,04%
  • IDX30 449   2,94   0,66%
  • IDXHIDIV20 526   4,34   0,83%
  • IDX80 139   1,12   0,82%
  • IDXV30 146   1,64   1,13%
  • IDXQ30 143   1,03   0,72%

Dewata Freight (DEAL) fokus garap 4 pengembangan usaha tahun ini


Rabu, 06 Januari 2021 / 21:05 WIB
Dewata Freight (DEAL) fokus garap 4 pengembangan usaha tahun ini
ILUSTRASI. Direktur Utama PT Dewata Freight International Tbk (DEAL) Nofrisel usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di Jakarta, Rabu (6/1).


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dewata Freight International Tbk (DEAL) fokus kembangkan empat pengembangan tahun ini.

Komisaris Utama DEAL Nofrisel memaparkan empat pengembangan tersebut meliputi cold chain, distribusi vaksin, pusat logistik berikat, dan halal logistik.

"Dari rencana itu, yang sudah berjalan halal logistik, tetapi belum selesai," ujarnya kepada kontan.co.id, di Jakarta, Rabu (6/1).

Lanjutnya, sebetulnya pengembangan tersebut telah direncanakan sejak tahun lalu. Namun, belum terealisasi akibat terhambat pandemi Covid-19.

Sayang, ia tak merinci lebih detail dari masing-masing rencana pengembangan tersebut. Yang jelas, pengembangan tersebut tak lepas dari optimalisasi anak-anak usahanya.

Selain itu, dalam merealisasikan rencananya, DEAL juga membuka partnership baik dengan perusahaan dalam megeri maupun luar negeri. Ia mengaku saat ini telah mendapatkan tawaran dari negara tetangga untuk bermitra.

"Ada Malaysia dan Singapura yang telah mengajukan diri, tapi saya belum bisa menyebutkan perusahaannya," sebutnya.

Baca Juga: Dewata Freight (DEAL) targetkan pendapatan Rp 367 miliar di tahun depan

Hingga saat ini, pihaknya juga masih mematangkan terkait bentuk kemitraan. Menurutnya, bisa dalam hal financial, sumber daya, maupun teknologi.

Karenanya, kebutuhan investasi dalam pengembangan keempat rencana itu akan berasal dari internal dan juga partner.

Berdasarkan catatan kontan.co.id, tahun ini DEAL menganggarkan belanja modal atawa capital expenditure (capex) sebesar Rp 20 miliar hingga Rp 50 miliar.

"Dari sana, setelah kami kalkulasi pendapatan tahun ini bisa berkisar Rp 350 miliar hingga Rp 400 miliar," ujarnya.

Sementara, untuk kontrak baru ia belum bisa memaparkan sebabnya BUMN Karya saat ini masih menyusun RKAP. Menurutnya, bulan depan baru bisa mendapatkan angka-angkanya.

Sebelumnya, DEAL juga tengah melakukan diskusi intensif dengan PT Kereta Api Indonesia dan anak usaha PT Kereta Api Logistik, serta Angkasa Pura terkait kontrak yang diinisiasi. Nofriel mengungkapkan, jika berjalan dengan baik maka akan ada 8-10 kontrak baru yang diraih.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×