kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

Di NTB, harga sapi tak lebih dari Rp 30.000 per kg


Rabu, 27 Januari 2016 / 16:20 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Polemik pembelian sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait perbedaan harga menjadi penyebab gagalnya Kapal Ternak mengangkut sapi.

Terkait hal itu, Kementerian Pertanian (Kemtan) telah mengirim tim dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) untuk mengecek harga sapi di petani.

Di lapangan ditemukan harga sapi di NTT dan NTB rata-rata Rp 30.000 per kilogram (kg) timbang hidup. Kondisi ini menjadi pertimbangan bagi Kemtan yang bertanggung jawab terkait kepastian pasokan sapi untuk diangkut ke Jakarta.

"Di tingkat petani harga sapi timbang hidup tidak lebih dari Rp 30.000 per kg," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Rabu (27/1).

Ia bilang sejauh ini sudah ada kemajuan dalam upaya Kemtan menjalin kerjasama dan kontrak dengan para petani peternak sapi di NTB. Ia berharap nantinya pada pelayaran kapal ternak sudah bisa mengangkut sebanyak 500 ekor sapi dari Kupang sesuai dengan kapasitas kapal.

Mentan mengakui tidak mudah mendatangkan sapi dari NTT maupun NTB. Namun ia bilang Kemtan tidak akan pernah menyerah dan terus berusaha agar sapi-sapi lokal bisa diangkut ke Ibu Kota dengan harga terjangkau.

"Persoalan ini memang tidak bisa diselesaikan dalam satu bulan, kita butuh waktu, tidak bisa diselesaikan dalam satu kali saja," aku Amran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×