kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

Diastika (CHEK) Bidik Bisnis Diagnostik, Ini Prospek Industri Alat Kesehatan


Selasa, 11 Agustus 2026 / 16:39 WIB
Diastika (CHEK) Bidik Bisnis Diagnostik, Ini Prospek Industri Alat Kesehatan
ILUSTRASI. PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK) (Dok/CHEK)


Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK) menilai industri teknologi alat kesehatan di Indonesia masih prospektif, seiring adanya perubahan kebutuhan diagnostik di Indonesia.

Direktur Utama Diastika Biotekindo, F.X. Yoshua Raintjung mengatakan, saat ini peluang bagi industri alat kesehatan semakin luas lantaran pasar kini tak hanya membutuhkan pemeriksaan rutin.

"Rumah sakit dan dokter semakin membutuhkan pemeriksaan yang dapat memberikan informasi lebih spesifik untuk membantu menentukan diagnosis dan terapi," ujarnya kepada Kontan, Selasa (11/8/2026).

Baca Juga: Knight Frank: Pasar Apartemen Sewa Jakarta Pulih, Hunian 67,6% per Semester I-2026

Adapun CHEK telah memiliki eksposur pada tiga area diagnostik, yakni routine diagnostics, molecular diagnostics, serta genomic testing yang mendukung penerapan personalized medicine.

Selain membuka peluang pendapatan baru, Yoshua menyebut teknologi tersebut juga berpotensi membuat proses pemeriksaan menjadi lebih efisien.

Menurutnya, pemeriksaan tertentu yang sebelumnya harus dikirim ke luar negeri, berpotensi dilakukan di dalam negeri melalui fasilitas dan teknologi yang tersedia.

"Dengan begitu turnaround time dapat lebih cepat dan biaya bagi pasien berpotensi lebih efisien," lanjutnya.

Dalam jangka panjang, Yoshua bilang, CHEK tidak hanya ingin dikenal sebagai perusahaan yang menjual instrumen laboratorium. Namun, juga sebagai penyedia solusi diagnostik end-to-end dan produk high tech sebagai barrier to entry yang kuat.

"Hal ini dapat memperkuat posisi kompetitif dan keunggulan CHEK di industri alat kesehatan," imbuh Yoshua.

Dari sisi kinerja, berdasarkan laporan keuangannya, pada semester I-2026, CHEK meraup pendapatan Rp 82,28 miliar, bertumbuh 5,1% year on year (yoy) dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 78,31 miliar.

Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar Rp 3,5 miliar, turun dibanding semester I-2025 yang sebesar Rp 5,25 miliar.

Baca Juga: Mencermati Peluang Warga RI Berinvestasi Properti di Australia

Yoshua mengungkap, pendorong pertumbuhan pendapatan pada separuh pertama tahun ini ialah peningkatan penjualan kepada customer existing, serta konversi pipeline customer baru menjadi transaksi.

"Kami juga memperbesar kontribusi pendapatan berulang (recurring revenue) melalui reagen, consumables, dan instalasi alat baru dengan customer baru," imbuhnya.

Meskipun semester pertama menunjukkan permintaan bisnis diagnostik CHEK bertumbuh, Yoshua menyadari peningkatan belum tercermin pada bottom line.

Dus, semester kedua tahun ini disebut bakal menjadi periode yang krusial bagi CHEK untuk memperbesar pendapatan berulang dan memperluas bisnis dengan margin yang lebih baik.

"Kami ingin memastikan, setiap pertumbuhan revenue yang kami hasilkan memberikan kontribusi yang semakin nyata terhadap profitabilitas Diastika Biotekindo," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×