kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.161   31,00   0,18%
  • IDX 7.645   144,58   1,93%
  • KOMPAS100 1.060   22,58   2,18%
  • LQ45 763   16,68   2,23%
  • ISSI 276   4,39   1,62%
  • IDX30 405   6,37   1,60%
  • IDXHIDIV20 492   5,72   1,18%
  • IDX80 118   2,51   2,16%
  • IDXV30 137   1,34   0,99%
  • IDXQ30 130   1,72   1,34%

Dikabarkan bakal membeli saham Gojek, begini tanggapan Telkom Indonesia (TLKM)


Rabu, 16 September 2020 / 19:47 WIB
ILUSTRASI. Gedung Telkom Landmark Tower,


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dikabarkan bakal membeli saham dan berinvestasi di Gojek, salah satu aplikasi layanan on demand ride hailing terbesar di Indonesia.

Namun, perusahaan halo-halo tersebut masih enggan berkomentar. "Untuk aksi korporasi khususnya terkait dengan merger and acquisition, sebagai perusahaan publik Telkom terikat pada non disclosure agreement (NDA) dengan pihak-pihak terkait. Karenanya sepanjang belum ada kesepakatan dari pihak-pihak yang terlibat, TLKM tidak dapat memberikan informasi apapun ke publik," kata Vice President Corporate Communication TLKM, Arif Prabowo kepada Kontan.co.id, Rabu (16/9).

Pihaknya melanjutkan, seiring dengan transformasi bisnis perusahaan untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital, TLKM tetap terus menjajaki segala peluang bisnis yang sejalan dengan arah transformasi untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan serta fokus pada bisnis digital connectivity, digital platform dan digital services.

Tak hanya itu, Arif bilang, jika upaya pengembangan kompetensi perusahaan khususnya pada lini digital platform dan digital services, dilakukan dengan berbagai cara.

Baca Juga: Serap capex Rp 12 triliun di semester I-2020, Telkom tidak berniat menunda investasi

"Jadi tidak hanya dilakukan melalui skema pengembangan sumber daya yang sudah ada (build), namun juga melalui skema kemitraan (borrow) ataupun memanfaatkan sumber daya eksternal (buy) yang dapat dilakukan baik dengan berbagai start-up, unicorn maupun decacorn sekalipun," sambung dia.

Sementara itu, melansir Kompas.com, Direktur Keuangan TLKM, Heri Supriadi mengatakan, pandemi virus corona ini justru menjadi momentum akselerasi digitalisasi.

Sampai semester I 2020, TLKM telah menggunakan dana belanja modal sebesar Rp 12 triliun. Dari jumlah itu sekitar 40% dialokasikan untuk memperkuat pengembangan bisnis mobile. Dan 30% untuk meningkatkan kapasitas layanan dan jumlah pelanggan fixed broadband IndiHome. 

Selanjutnya: Diuntungkan pandemi, berikut rekomendasi untuk emiten sektor telekomunikasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×