kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.853   -82,00   -0,46%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Dirut Smartfren sebut industri operator telekomunikasi mulai lakukan konsolidasi


Rabu, 20 Februari 2019 / 17:31 WIB


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Isu beberapa operator telekomunikasi bakal melakukan konsolidasi mulai berhembus. Direktur Utama PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) Merza Fachys mengakui hal itu sudah mulai terjadi belakangan.

"Kementerian Kominfo (Komunikasi dan Informatika) menekankan telekomunikasi akan kuat bila menjadi tiga pemain," katanya pada Rabu (20/2). Tercatat, sampai saat ini, ada lima perusahaan operator telekomunikasi yang saling bersaing. Sebut saja merk-merk seperti Telkomsel, XL Axiata, Indosat, Tri, dan Smartfren sendiri.

Menurut Merza, pemerintah melihat konsolidasi merupakan jalan keluar agar beban operasi industri telekomunikasi menjadi lebih efisien. Tapi, konsolidasi sendiri bukan perkara mudah yang bisa dilakukan.

Diskusi-diskusi yang dilakukan antar operator telekomunikasi juga sudah sering dilakukan. Hanya saja, belum ada yang menyepakati hasil diskusi itu untuk berbuah jadi konsolidasi antara satu operator dengan operator lain.

FREN sendiri, kata Merza, sangat terbuka terhadap berbagai diskusi antar operator tersebut. "Soal FREN akan diakuisisi atau akan mengakuisisi kami manajemen tidak bisa bilang itu," tambah Merza Dukungan pemerintah terhadap upaya konsolidasi ini juga sedang diupayakan dengan berupaya menerbitkan aturan baru.

Sebelumnya, Menteri Kominfo Rudiantara mengatakan bahwa operator telekomunikasi nantinya bisa mengambil alih spektrum tanpa perlu melakukan lelang seperti sebelumnya. Aturan itu diharapkan bakal selesai pada pertengahan 2019. "Peraturan baru itu akan menjadi salah satu aspek yang harus dipertimbangkan," tutur Merza.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×