kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Ditopang Produk Susu, Ultrajaya (ULTJ) Bidik Pertumbuhan Double Digit di 2025


Jumat, 27 Desember 2024 / 12:20 WIB
Ditopang Produk Susu, Ultrajaya (ULTJ) Bidik Pertumbuhan Double Digit di 2025
ILUSTRASI. Produk susu cair UHT dari Ultrajaya. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Vina Elvira | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mengincar pertumbuhan penjualan dua digit di tahun 2025. Target tersebut akan disokong oleh penjualan dari produk unggulan, baik untuk segmen produk susu maupun  teh. 

Corporate Secretary ULTJ Helina Widayani mengatakan, pihaknya meyakini kinerja penjualan khususnya untuk segmen produk susu akan tetap mengalami pertumbuhan positif di 2025. Segmen ini akan menjadi penopang kinerja perseroan di tahun depan.

“Kami mengharapkan dengan dikeluarkannya produk baru pada tahun 2024 dapat memicu pertumbuhan secara keseluruhan,” ungkap Helina, Senin (23/12). 

Baca Juga: Ultrajaya (ULTJ) Cetak Penjualan Rp 6,58 Triliun hingga Kuartal III 2024

Sebagai gambaran, penjualan produk susu memang masih mendominasi kinerja ULTJ. Hingga kuartal III-2024, segmen ini menyumbang penjualan sebesar Rp 5,04 triliun atau 77% dari total penjualan. Kemudian disusul segmen teh dan minuman sehat Rp 1,15 triliun (18%) dan lainnya Rp 393 miliar (6%). 

ULTJ sendiri membukukan penjualan sebesar Rp 6,58 triliun. Angka ini lebih tinggi 7,6% dibandingkan Rp 6,11 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Helina menambahkan, penetrasi pasar merupakan salah satu strategi yang dijalankan ULTJ untuk memaksimalkan kinerjanya ke depan. Baik itu melalui jalur distributor maupun anak perusahaan yang ULTJ miliki. 

Manajemen juga menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi volatilitas harga komoditas seperti kakao dan gula. 

Baca Juga: Ultrajaya (ULTJ) Fokus Mengembangkan Produk

Beberapa langkah antisipasi yang disiapkan yakni melakukan monitoring, projection, collaboration dengan pemasok, serta melakukan pembelian yang lebih banyak saat harga terbaik. 

“Artinya kami akan melihat tren harga pada saat kapan harus masuk,” tambahnya. 

Hingga akhir kuartal ketiga 2024 ULTJ membukukan laba bersih sebesar Rp 893 miliar. Angka ini menurun sekitar 6,1% dibandingkan Rp 951 miliar pada posisi yang sama tahun lalu. 

Selanjutnya: Begini Progres Upaya Pembukaan Suspensi Saham Waskita Kaya (WSKT)

Menarik Dibaca: Berikut Jadwal Layanan Operasional Terbatas BRI Selama Periode Libur Nataru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×