kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Djakarta Lloyd Butuh Suntikan Rp 300 Miliar


Minggu, 07 Februari 2010 / 20:23 WIB
Djakarta Lloyd Butuh Suntikan Rp 300 Miliar


Reporter: Fitri Nur Arifenie |

JAKARTA. PT Djakarta Lloyd (Persero) memerlukan suntikan dana hingga Rp 300 miliar untuk menyehatkan perusahaan. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pelayaran itu sudah lama merugi.

"Kita hanya minta Rp 200-300 miliar dari pemerintah untuk menyehatkan Djakarta Llyod,” ujar Ketua Umum Serikat Pekerja Djakarta Lloyd Elva Roza, akhir pekan lalu.

BUMN pelayaran ini termasuk dalam daftar nama-nama BUMN sakit yang menjadi pasien Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Elva tidak tahu mengapa PPA tidak segera menyehatkan Djakarta Lyold, padahal perusahaan tersebut sudah dikaji dan diaudit oleh Bahan Securities.

Kondisi ini makin diperparah dengan ditahannya tiga kapal milik Djakarta Lloyd pada mei 2009 lalu oleh pihak Singapura. Penyebabnya, perseroan tidak mampu membayar utang sejumlah US$ 30 juta atau setara dengan Rp 30 miliar sejak 2006 kepada perusahaan konsorsium AAX yang melayani rute ke Australia.

Pada Desember tahun lalu, satu kapal berhasil di lepas. Dus, kini ada dua kapal yang menunggu keputusan pengadilan yang masih dalam status banding.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×