kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.695   118,00   1,56%
  • KOMPAS100 1.075   16,34   1,54%
  • LQ45 786   13,71   1,78%
  • ISSI 272   3,94   1,47%
  • IDX30 418   7,83   1,91%
  • IDXHIDIV20 513   11,13   2,21%
  • IDX80 121   1,77   1,49%
  • IDXV30 139   2,59   1,90%
  • IDXQ30 135   2,58   1,96%

Konflik Iran–Israel Ganggu Penerbangan, Turis Eropa Batal Liburan ke Bali


Kamis, 05 Maret 2026 / 14:01 WIB
Konflik Iran–Israel Ganggu Penerbangan, Turis Eropa Batal Liburan ke Bali


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konflik geopolitik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS) berdampak pada sektor pariwisata di Bali Utara.

Sejumlah wisatawan asal Eropa dilaporkan membatalkan kunjungan mereka ke wilayah Kabupaten Buleleng, Bali, akibat terganggunya jalur penerbangan internasional.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Buleleng, Dewa Ketut Suardipa, mengatakan bahwa gangguan mobilitas penerbangan internasional membuat sebagian wisatawan tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Bali.

“Penerbangan Bali–Eropa itu kan transit di Doha atau Singapura. Itu permasalahannya. Jadi tamu-tamu Eropa yang sebelumnya sudah pesan hotel di Buleleng, harus membatalkan bookingan-nya. Ada juga tamu yang belum bisa pulang karena terkendala penerbangan,” ujar Suardipa, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Ganggu Logistik, Kemenperin: Semua Industri Terdampak

Dia menjelaskan, wisatawan asal Jerman, Swiss, dan Belanda selama ini menjadi salah satu pasar utama bagi pariwisata di Bali utara.

Oleh karena itu, gangguan penerbangan di jalur internasional tersebut mulai terasa pada tingkat hunian hotel di wilayah Buleleng.

Saat ini, menurut Suardipa, sektor akomodasi di Bali utara juga sedang memasuki periode musim sepi atau low season.

Dalam kondisi tersebut, tingkat hunian hotel tercatat masih berada di kisaran 30 hingga 40 persen.

Meski demikian, beberapa hotel masih mampu bertahan karena adanya kunjungan wisatawan dari Tiongkok yang mendorong tingkat hunian hingga mencapai sekitar 80 persen di sejumlah akomodasi.

Suardipa mengatakan, PHRI Buleleng saat ini masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah pasti pembatalan reservasi hotel.

Baca Juga: Bahlil: Investor Sudah Siap Bangun Storage Minyak 90 Hari di Sumatra

Namun, dia menyebut, sejumlah pelaku usaha perhotelan telah melaporkan adanya tamu yang membatalkan pemesanan kamar akibat gangguan penerbangan tersebut.

Situasi ini menjadi perhatian serius bagi pelaku pariwisata, terutama menjelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri yang biasanya diikuti peningkatan mobilitas wisatawan.

PHRI Buleleng pun mendorong pemerintah pusat mengeluarkan stimulus kebijakan yang dapat mendorong perjalanan wisata domestik, salah satunya melalui diskon harga tiket pesawat.

“Kami berharap ada kebijakan diskon tiket, agar di libut Hari Raya Idul Fitri ini, wisatawan domestik bisa bepergian dan sektor pariwisata tetap bergerak,” kata Suardipa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×