kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dongkrak pendapatan masyarakat, KKP akan perluas lahan sawah minapadi


Rabu, 16 Januari 2019 / 11:21 WIB


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan perluasan lahan minapadi tahun 2019 sebesar 400 hektare (ha). Pengembangan teknik pertanian dan budidaya perikanan ini dianggap bisa menjadi solusi baru untuk petani Indonesia.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menyatakan teknik tanam minapadi Indonesia telah mendorong perekonomian masyarakat.

Misalnya, pada sektor pendapatan masyarakat pembudidaya ikan secara nasional mengalami kenaikan dari tahun 2017 sebesar Rp 3,29 juta per bulan menjadi Rp 3,38 juta per bulan di tahun 2018.

"Peningkatan pendapatan tersebut juga didongkrak oleh kegiatan usaha minapadi di berbagai daerah, serta kegiatan prioritas lainnya seperti program pakan mandiri, pengembangan budidaya ikan sistem bioflok, pengembangan induk dan benih unggul dan berkualitas, pengembangan teknologi recirculation aeration system serta kegiatan lainnya," jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (15/1).

Atas pertimbangan tersebut, Slamet mengatakan KKP berkomitmen untuk terus mengembangkan lahan Minapadi dengan bekerjasama dengan Kementerian Pertanian.

Dalam catatan Slamet, hingga tahun 2018, KKP telah mengembangkan percontohan minapadi seluas 580 ha yang tersebar di 26 Kabupaten di Indonesia. Untuk tahun ini, KKP akan menargetkan penambahan luas lahan minapadi seluas 400 ha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×