Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional terus didorong melalui pengembangan komoditas berbasis sumber daya lokal berkelanjutan.
Salah satu komoditas yang memiliki potensi besar adalah ubi kayu. Tidak hanya berperan sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai bahan baku energi terbarukan.
Melihat potensi tersebut, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menyiapkan program pengembangan dan hilirisasi komoditas ubi kayu sebagai bagian dari transformasi menuju agroindustri terintegrasi.
Program ini model pengembangan menyeluruh dari hulu hingga hilir. Pada sisi on farm, PTPN III fokus pada optimalisasi lahan, penanaman, peningkatan produktivitas, serta pengembangan varietas unggul ubi kayu yang adaptif dan berdaya hasil tinggi.
Baca Juga: Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Pengamat Soroti Inkonsistensi Kebijakan
Sementara pada sisi off farm, penguatan hilirisasi dilakukan melalui pengembangan industri pengolahan bioetanol melalui kolaborasi operasional dengan mitra di fasilitas pabrik bioetanol di Lampung.
Direktur Utama PTPN III, Denaldy Mulino Mauna menegaskan, program ini menjadi langkah strategis membangun ekosistem agroindustri masa depan yang terintegrasi, produktif, dan berkelanjutan. Ia menekankan, ubi kayu memiliki potensi besar tidak hanya sebagai komoditas pertanian, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi daerah dan penopang kebutuhan nasional di sektor pangan dan energi.
Pengembangannya tidak cukup hanya berhenti pada budidaya, tetapi harus dibangun secara menyeluruh dari hulu sampai hilir. "Kami ingin memastikan, peningkatan produksi di tingkat kebun berjalan seiring dengan kesiapan industri pengolahan, sehingga tercipta rantai nilai yang kuat, efisien dan berkelanjutan.” ujarnya, dalam keterangan resmi, Senin (20/4).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













