kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

DP 0% Kredit Kendaraan Diperpanjang, Daya Beli dan Pembiayaan Jadi Tantangan


Sabtu, 24 Oktober 2026 / 15:41 WIB
DP 0% Kredit Kendaraan Diperpanjang, Daya Beli dan Pembiayaan Jadi Tantangan
ILUSTRASI. GIIAS 2026 (GIIAS) di ICE BSD, Tangerang (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Genta Disa, Leni Wandira | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perpanjangan kebijakan uang muka atau down payment (DP) minimum 0% untuk kredit kendaraan bermotor hingga akhir 2027 diharapkan dapat mendorong permintaan kendaraan.

Namun, kebijakan ini belum tentu langsung mendongkrak penjualan, terutama karena daya beli masyarakat dan akses pembiayaan masih menjadi tantangan, termasuk bagi konsumen kendaraan listrik.

Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Yosef Utama mengatakan, kebijakan DP 0% dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk membeli sepeda motor guna menunjang mobilitas dan kegiatan produktif sehari-hari.

Meski demikian, dampaknya terhadap penjualan motor tetap bergantung pada kondisi ekonomi dan kemampuan masyarakat mengakses pembiayaan. Pelaksanaannya juga mengikuti ketentuan masing-masing perusahaan pembiayaan.

Baca Juga: DP 0% Kredit Motor Diharapkan Bisa Menopang Permintaan di Tengah Pelemahan Daya Beli

Dari sisi pasar, peluang pertumbuhan penjualan sepeda motor masih terbuka di luar Pulau Jawa, terutama di daerah yang perekonomiannya ditopang sektor pertanian dan perkebunan.

Peningkatan pendapatan setelah panen berpotensi mendorong pembelian motor untuk menunjang aktivitas produktif.

Namun, daya beli masyarakat di wilayah tersebut rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi.

Dinamika geopolitik, fluktuasi harga komoditas, cuaca, hingga risiko gagal panen dapat menekan pendapatan dan konsumsi masyarakat.

Sementara itu, bagi industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), kemudahan uang muka belum cukup untuk mengatasi hambatan pembiayaan.

Ketua Bidang Teknologi EV Masa Depan & R&D Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) B. Prabowo Kartoleksono mengatakan, konsumen kendaraan listrik masih menghadapi bunga kredit yang relatif lebih tinggi dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.

Baca Juga: Kebijakan DP 0% Kredit Motor Berlanjut, PERIKLINDO Soroti Pembiayaan Kendaraan EV

Pembiayaan motor listrik juga masih terkendala pertimbangan perusahaan pembiayaan terhadap nilai jual kembali kendaraan.

Ketidakpastian nilai residu tersebut membuat perusahaan pembiayaan cenderung berhati-hati dalam menyalurkan kredit. "Mereka selalu berkilah, harga jual kembalinya enggak ada," kata Prabowo.

Menurut dia, persoalan pembiayaan ini perlu menjadi perhatian pemerintah dan pembuat kebijakan agar kendaraan listrik semakin kompetitif.

Terlebih, penggunaan kendaraan listrik berpotensi membantu mengurangi polusi udara yang berasal dari sektor transportasi.

Di sisi lain, Prabowo optimistis tren penggunaan kendaraan listrik roda dua akan terus meningkat, salah satunya karena biaya energi yang lebih rendah dibandingkan sepeda motor berbahan bakar bensin.

Sebagai gambaran, dengan asumsi harga Pertalite Rp 10.000 per liter, biaya energi listrik untuk jarak tempuh yang setara diperkirakan sekitar Rp 1.700.

Baca Juga: Penjualan dan Laba Garuda Metalindo (BOLT) Kompak Bertumbuh hingga Kuartal III-2026

Selisih biaya tersebut berpotensi menjadi pertimbangan ekonomi bagi konsumen untuk beralih ke motor listrik.

Dengan demikian, perpanjangan kebijakan DP minimum 0% dapat membuka akses pembelian kendaraan, tetapi peningkatan permintaan tetap membutuhkan dukungan daya beli dan pembiayaan yang terjangkau.

Khusus kendaraan listrik, kepastian nilai jual kembali dan bunga kredit juga menjadi faktor penting agar kemudahan uang muka dapat mendorong penjualan.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×