Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Asnil Amri
JAKARTA. Pusat perbelanjaan alias mal menjadi proyek empuk bagi perusahaan properti di Jakarta, khususnya di wilayah Jakarta Selatan. Selama kuartal I tahun 2013 saja, sudah ada dua mal baru yang beroperasi di Jakarta Selatan
Berdasarkan riset lembaga properti Cushman & Wakefield Research, Jakarta Selatan menempati posisi sebagai pemasok ritel terbesar, yakni sebesar 852.400 meter persegi atau 22% dari total pasokan. Posisi kedua ada di Jakarta Central Business District (CBD) sebesar 811.000 meter persegi atau 21,1%.
Sementara untuk Jakarta Utara dan Barat masing-masing memberikan kontribusi sebesar 758.900 meter persegi (19,8%) dan 660.400 meter persegi (17,2%). Total pasokan ritel di Jakarta sendiri pada kuartal I 2013 mencapai 3.840.800 meter persegi.
Bertambahnya pasokan ritel di wilayah Jakarta Selatan berasal dari Pondok Indah Street Galery dan Colony 6. Kedua mal ini mulai beroperasi pada kuartal I 2013. "Mal akan terus dibangun selama masyarakat masih gemar hang out," kata Lini Djafar, Executive Director PT Cushman & Wakefield Indonesia dalam Jakarta Property Market Retail Overview Kuartal I 2013 di Jakarta, Selasa (16/4).
Diprediksikan, sampai akhir tahun 2013 akan ada tambahan pasokan ritel seluas 275.700 meter persegi. Seluruh pasokan ritel yang akan masuk berasal dari pusat perbelanjaan jenis sewa.
Empat proyek mal baru yang akan menjadi penyumbang pasokan ritel yang ditargetkan selesai pada tahun 2013 ini adalah St. Moritz, Ciputra World, The Bay Walk, dan Cipinang Indah Mall. "Mal akan terus berkembang karena banyaknya kawasan pemukiman baru," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













