kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.145   50,48   0,83%
  • KOMPAS100 811   6,31   0,78%
  • LQ45 620   3,10   0,50%
  • ISSI 217   3,05   1,42%
  • IDX30 354   2,16   0,61%
  • IDXHIDIV20 437   -2,18   -0,50%
  • IDX80 94   0,90   0,97%
  • IDXV30 121   0,28   0,24%
  • IDXQ30 115   -0,67   -0,58%

Efisiensi, laba Pertamina terdongkrak 221%


Kamis, 25 Agustus 2016 / 18:20 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Pertamina (Persero) mencatatkan penurunan pendapatan pada enam bulan pertama di tahun ini. Pada semester I 2016, pendapatan perusahaan pelat merah ini tercatat US$ 17,19 miliar, turun 21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 21,79 miliar.

Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto mengatakan, secara keseluruhan Pertamina masih dihadapkan pada penurunan harga minyak dunia. Penurunan harga minyak dunia paling terasa pada kuartal 1 2016. Namun, terjadi peningkatan harga di tiga bulan berikutnya.

"Pengaruh penurunan harga minyak di semester pertama terhadap perusahaan terutama memukul net profit,"kata Dwi dalam konferensi pers, Kamis (25/8).

Meski demikian, Pertamina mengklaim masih bisa meraih laba bersih sebesar US$ 1,83 miliar pada semester I 2016, atau naik 221% year on year (yoy). Kenaikan laba bersih disokong peningkatan kinerja operasi, dan efisiensi dari berbagai inisiatif dan langkah terobosan yang dilakukan perusahaan.

Pertamina mencatat kinerja hulu pada periode semester I 2016 mencapai 640.000 barel setara minyak per hari. Jumlah tersebut terdiri dari 305.000 barel per hari (bph) minyak dan 1.938 mmscfd gas. Pencapaian tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 16,4% dari periode yang sama tahun lalu.

Adapun, transportasi gas mencapai 262 bscf atau turun tipis 1% terhadap realisasi pada periode yang sama tahun lalu. Sementara, penjualan gas perusahaan mencapai 338.000 bbtu.

Penjualan BBM dan non BBM relatif stabil dlbandingkan dengan tahun Ialu. Penjualan BBM pada semester I 2016 mencapai 31,6 juta KL atau naik tipis sekitar 5,3%.

Di sisi lain, Pertamina terus melakukan investasi untuk proyek-proyek migas. Direktur Keuangan Pertamina, Arief Budiman mengatakan, penggunaan belanja modal alias capital expenditure (capex) pada semester I lebih dari US$ 1 miliar. Hingga akhir tahun ini, diproyeksi mencapai di atas US$ 3,5 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×