Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. LIXIL kembali menggelar LIXIL Architectural Design Competition (LADC) 2026 sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung perkembangan industri arsitektur dan desain di Indonesia.
LADC 2026 mengusung tema “Archipelagi Dialogue: Architecture as a Space of Co-Creation”. Tujuannya mengajak para profesional dan kreator muda untuk mengeksplorasi arsitektur sebagai proses kolaboratif yang lahir dari keberagaman ide dan konteks sosial.
LIXIL menilai kebutuhan desain masa kini semakin menuntut pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan. Karena itu, LADC tidak hanya menjadi ajang kompetisi desain, tetapi juga ruang dialog dan eksplorasi gagasan bagi para arsitek dan desainer.
“Indonesia adalah negara kepulauan dengan ribuan identitas. Dari keragaman konteks tersebut lahir gagasan yang relevan untuk masa depan. LADC tidak hanya mencari desain yang indah, tetapi juga ide yang mampu menjadi solusi,” ujar Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia, Arfindi Batubara dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).
Baca Juga: LIXIL Perluas Ekspansi, Buka Showroom Imersif Manzio di Surabaya
Kompetisi ini menghadirkan panel juri internasional, antara lain Founder AndraMatin Studio Andra Matin, Founder Yolodi+Maria Architects Gregorius Supie, serta Managing Partner Asia Snøhetta Richard Wood.
LADC 2026 menawarkan sejumlah apresiasi bagi pemenang, mulai dari kesempatan mengikuti Studio Exchange di firma arsitektur internasional Snøhetta hingga perjalanan arsitektur ke Nagoya, Jepang. Pemenang juga akan memperoleh eksposur publikasi melalui berbagai kanal komunikasi LIXIL dan mitra media.
Pendaftaran dan pengumpulan karya LADC 2026 dibuka pada 18 Mei–5 Juli 2026. Kompetisi ini terbagi dalam dua kategori, yakni Professional Category dan Student Category.
Arfindi mengatakan pembagian kategori tersebut dilakukan untuk membuka ruang partisipasi yang lebih inklusif bagi arsitek profesional maupun mahasiswa arsitektur.
Baca Juga: LIXIL Dorong Kolaborasi Arsitektur dan Inovasi Sanitasi Berkelanjutan
Professional Category ditujukan bagi anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) yang memiliki Sertifikat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) aktif. Sementara Student Category terbuka bagi mahasiswa S1 dan S2 arsitektur, peserta Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr), serta lulusan S1 arsitektur dengan masa kelulusan maksimal dua tahun.
Founder Yolodi+Maria Architects sekaligus juri LADC 2026, Gregorius Supie, berharap kompetisi ini dapat mendorong lahirnya semangat dan kreativitas baru di industri arsitektur Indonesia.
Proses seleksi akan dilakukan dalam dua tahap untuk menentukan lima finalis hingga pemenang utama. Pengumuman pemenang akan digelar pada 12 Agustus 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













