kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Penjualan Toyota Tetap Tumbuh di Tengah Pelemahan Nilai Tukar Rupiah


Jumat, 22 Mei 2026 / 15:43 WIB
Penjualan Toyota Tetap Tumbuh di Tengah Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
ILUSTRASI. Penjualan wholesales Toyota melonjak 42% pada April 2026, mencapai 25.000 unit (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Toyota Astra Motor (TAM) mencatat peningkatan penjualan mobil pada April 2026 seiring membaiknya kondisi pasar otomotif nasional setelah periode libur Lebaran.

Public Relation & Motorsport PT Toyota-Astra Motor, Philardi Sobari mengatakan peningkatan penjualan pada April terjadi karena aktivitas distribusi dan penjualan kembali normal setelah sebelumnya terpengaruh libur Lebaran pada Maret 2026.

"Toyota sendiri mengalami peningkatan signifikan 42% dari penjualan wholesales 17.000 di bulan Maret ke angka 25.000 di bulan April," ujar Philardi kepada Kontan, dikutip Jumat (22/5/2026).

Selain wholesales, penjualan retail Toyota juga meningkat dari 19.000 unit pada Maret 2026 menjadi 23.000 unit pada April 2026 atau tumbuh sekitar 18%.

Menurut Philardi, salah satu pendorong utama kenaikan penjualan tersebut berasal dari distribusi Toyota Veloz yang mulai kembali normal ke konsumen. Penjualan wholesales model tersebut tercatat menembus lebih dari 3 ribu unit pada April 2026.

Baca Juga: Tender 118 WK Migas Terbuka Tapi Baru 8 WK Terkontrak, Investor Masih Enggan Masuk

Kinerja positif Toyota pada April 2026 menunjukkan permintaan kendaraan roda empat mulai membaik setelah sempat melambat akibat faktor musiman selama periode Lebaran.

Meski demikian, TAM menilai industri otomotif nasional masih menghadapi tantangan, terutama terkait fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

Philardi menuturkan, tekanan kurs yang berlangsung dalam jangka panjang berpotensi memengaruhi kondisi finansial perusahaan maupun rantai pasok industri otomotif domestik.

Saat ini, value chain Toyota Indonesia telah mencakup lebih dari 750 supplier Tier 1–3 dengan total tenaga kerja yang lebih dari 350.000 pekerja lokal.

"Oleh karena itu, kami terus berkoordinasi dengan manufaktur, Toyota dealer, dan seluruh value chain terkait agar langkah mitigasi ke depan dapat dilakukan secara tepat dan terukur," tutur Philardi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×