kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Ekspansi Baru, Tempo Scan (TSPC) Perluas Bisnis Sektor Industri Susu


Minggu, 28 September 2025 / 14:11 WIB
Diperbarui Minggu, 28 September 2025 / 21:01 WIB
Ekspansi Baru, Tempo Scan (TSPC) Perluas Bisnis Sektor Industri Susu
ILUSTRASI. PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) terus memperluas portofolio bisnisnya sektor industri pengolahan susu. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Leni Wandira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) terus memperluas portofolio bisnisnya. Terbaru, emiten farmasi dan konsumer ini bersama induknya, PT Bogamulia Nagadi (BMN), resmi mendirikan entitas baru bernama PT Tempo Agri Nusantara (TAN) pada 18 September 2025.

Entitas anyar ini akan fokus di industri pengolahan susu, mulai dari produk segar, bubuk, kental, hingga turunan olahan susu lainnya. Selain itu, ruang lingkup TAN juga mencakup sektor pertanian, peternakan, perdagangan, hingga jasa.

“Pendirian TAN tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perseroan,” ujar Direktur & Sekretaris Perusahaan Tempo Scan, Shania, dalam keterbukaan informasi, dikutip Minggu (28/9).

Baca Juga: Laba Tempo Scan Pacific (TSPC) Terkoreksi 16,75% di Semester I-2025

Struktur kepemilikan TAN terdiri dari BMN sebagai pemegang mayoritas dengan 60% saham atau setara 750 saham. Dua anak usaha TSPC, yakni PT Polari Limunusainti (PLI) dan PT Kian Mulia Manunggal (KMM), masing-masing menggenggam 20% saham atau setara 250 saham. Total modal disetor mencapai Rp1 miliar.

Manajemen menegaskan, nilai transaksi afiliasi yang dilakukan PLI dan KMM hanya Rp500 juta, masing-masing Rp250 juta. Seluruh pihak pendiri tercatat memiliki hubungan afiliasi.

Meski nilai transaksi tergolong kecil, langkah ekspansi ini menjadi sinyal TSPC dalam membidik peluang pertumbuhan baru di sektor agribisnis. Industri susu sendiri kian menjanjikan seiring peningkatan konsumsi protein hewani, gaya hidup sehat, serta potensi pasar domestik yang besar.

 

Melansir laporan keuangannya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (31/7/2025), laba bersih TSPC tercatat sebesar Rp 754,48 miliar, terkoreksi 16,75% YoY dari laba bersih Rp 906,30 miliar di semester I-2024.

Seiring dengan penurunan tersebut, penjualan bersih emiten farmasi ini juga melemah 2,63% YoY dari sebelumnya Rp 6,77 triliun menjadi Rp 6,59 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×