kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ekspor CPO Indonesia kuartal II diramal naik 8%


Selasa, 16 Mei 2017 / 21:48 WIB


Reporter: Handoyo | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Bulan Ramadan menjadi berkah bagi eksportir minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO). Pasalnya, di negara-negara muslim seperti Pakistan, Bangladesh dan India, permintaan terhadap minyak sawit meningkat.

Melihat kondisi tersebut, kuartal II-2017, diproyeksi ekspor CPO dan turunannya akan naik setidaknya 8% dibandingkan kuartal I. Mengutip data Gabungan Pengusaha Kepala Sawit Indonesia (Gapki) periode Januari-Maret, ekspor minyak sawit Indonesia tercatat 8,02 juta ton.

Tren kenaikan permintaan CPO dan turunan ini dimulai dari satu bulan sebelum Ramadan.

"Biasanya satu bulan sudah ada persiapan untuk persediaan yang dilakukan oleh pedagang dan prosesor. Satu bulan sebelum Ramadan, industri sudah mulai menyediakan bahan-bahan keperluannya," kata Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Derom Bangun, Selasa (16/5).

Peningkatan permintaan CPO ini juga menjadi angin segar bagi para pelaku usaha di industri kelapa sawit. Dengan naiknya kebutuhan CPO, membuat harga minyak sawit di pasaran internasional juga bakal ikut terkerek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×