kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Ekspor Minyak Sawit Indonesia Diproyeksi Turun pada 2023


Rabu, 08 Maret 2023 / 15:46 WIB
ILUSTRASI. Ekspor minyak sawit Indonesia akan turun pada tahun 2023 karena pemerintah telah memutuskan untuk meningkatkan penggunaan minyak sawit untuk biodiesel. ANTARA/Muhammad Izfaldi/foc.


Sumber: Channelnewsasia.com,Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Ekspor minyak sawit Indonesia akan turun pada tahun 2023 karena pemerintah telah memutuskan untuk meningkatkan penggunaan minyak sawit untuk biodiesel, mengurangi surplus yang tersedia untuk penjualan luar negeri, kata seorang pejabat industri pada hari Rabu.

Produksi minyak sawit juga kemungkinan akan turun sedikit pada tahun 2023, Fadhil Hasan, kepala divisi perdagangan dan promosi di Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengatakan pada sebuah konferensi.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan mewajibkan ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dilakukan melalui bursa berjangka komoditi. Kebijakan itu akan diberlakukan paruh tahun ini.

Baca Juga: Ada Ancaman Penurunan Produksi Sawit Tahun Ini, Gapki Dorong Peningkatan PSR

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemdag Didid Noordiatmoko mengatakan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan kementerian/lembaga (K/L) lain untuk menyiapkan kebijakan tersebut. Jika skema baru ini berjalan, izin ekspor CPO tetap di tangan Kemdag.

"Kami akan mengatur bahwa ekspor CPO akan diwajibkan melalui bursa berjangka. Ini strategi besarnya," ujar Didid, Kamis (2/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×