kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Ekspor perikanan Indonesia terhambat bea masuk


Kamis, 16 November 2017 / 19:24 WIB
Ekspor perikanan Indonesia terhambat bea masuk


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laju ekspor ikan Indonesia terhambat. Gara-garanya pengenaan bea masuk yang tinggi di Eropa.

"Bea masuk perikanan Indonesia ke Uni Eropa (UE) memang salah satu yg menjadi hambatan," ujar Hendra Sugandhi, Sekretaris Jenderal Asosiasi Tuna Indonesia (Astuin) kepada Kontan.co.id, Kamis (16/11).

Hendra bilang bea masuk tuna segar atau beku 14.5% sedangkan tuna kaleng 20.5%. Sementara beberapa negara sudah mendapatkan tarif 0%.

Hendra bilang selain masalah bea masuk terdapat hal yang lebih serius untuk segera diperbaiki. Sertifikat penangkapan dinilai lebih mendesak untuk segera diperbaiki.

"Seharusnya semua ikan yang didaratkan diterbitkan lembar awal tanpa melihat ikan akan diekspor kemana," terang Hendra.

Penerbitan sertifikat dapat digunakan untuk perbaikan data produksi. Selain itu juga ketelusuran yang akan diwajibkan oleh Amerika dan negara lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×