kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.543   43,00   0,25%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ekspor rotan dilarang, petani rotan kelimpungan


Kamis, 26 Januari 2012 / 15:56 WIB
ILUSTRASI. Xiaomi umumkan MIUI 12.5 bakal lebih enteng & hemat baterai, HP Xiaomi Anda kebagian?


Reporter: Bernadette Christina Munthe | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Pengusaha rotan kembali mengeluhkan kebijakan larangan bahan baku rotan. Larangan ekspor rotan dinilai telah mengganggu pendapatan petani rotan yang selama ini bergantung dari sektor hasil hutan tersebut.

Lisman Sumardjani, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Rotan Indonesia (APRI) mengatakan, larangan ekspor rotan yang diatur Peraturan Menteri Perdagangan No 36/2011 itu, membuat petani rotan tak mau lagi mencari rotan ke hutan.

Banyak petani enggan mencari rotan, karena pembelinya sudah jauh berkurang dari biasanya. Jika pun pembeli ada, petani mengeluhkan harga jual rotan yang terlalu rendah. "Dulu petani berpenghasilan Rp 800.000 sampai Rp 900.000, tapi sekarang penghasilannya Cuma Rp 150.000,” kata Lisman dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis(26/1).

Lisman menuturkan, dari sisi volume, produksi rotan petani turun dari biasanya 500 kilogram (kg) sampai 700 kg, menjadi kurang dari 100 kg. Agar petani rotan bisa bertahan, sebagian dari mereka mulai beralih profesi menjadi buruh di pertambangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×