kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Eksportir udang diuntungkan pelemahan rupiah


Kamis, 22 Agustus 2013 / 15:03 WIB
ILUSTRASI. Nasi Ayam Teriyaki Ala Jepang (dok/Modern Meal Makeover)


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS tak selamanya berdampak negatif. Bagi eksportir udang, kondisi tersebut justru memiliki dampak positif.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Saut P. Hutagalung saat dihubungi KONTAN, Kamis (22/8).
 
Menurut Saut, pelemahan Rupiah berdampak positif pada perusahaan eksportir udang olahan. "Eksportir pasti diuntungkan karena selisih nilai tukar Dollar AS terhadap Rupiah," kata Saut.

Udang merupakan komoditas unggulan ekspor perikanan Indonesia. Bahkan, keberadaannya sangat strategis dalam menopang perekonomian nasional melalui penciptaan devisa Negara. "Produksi udang juga terus mengalami kenaikan," ujar Saut.

Tercatat, produksi udang nasional tahun 2012 sebesar 415.703 ton. Angka ini meningkat 4% dibandingkan tahun 2011. Tahun 2013 volume produksi udang nasional diproyeksi 608.000 ton. "Saat ini, produksi udang sampai semester I tahun 2013 sebesar 320.000 ton," jelas Saut. 
 
Saut menambahkan, KKP mencatat jumlah impor produk perikanan mencapai 10-12% dari total transaksi bisnisnya. Dari 10%-12 % itu, 4 % di antaranya adalah impor bahan baku. Inilah yang menurut Saut, eksportir akan menikmati untung besar.

Karena kalkulasinya, 4 % (bahan baku impor) tersebut masih bisa ditutupi keuntungan. ”Karena harga beli konsumen di pasaran ekspor juga melonjak. Penambahan nilai tukar (US$ terhadap Rp) lebih besar ketimbang kenaikan harga impor di tingkat produsen dalam negeri. Jadi, secara ekonomi, ekspor akan sangat menguntungkan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×