kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

El Nino, Depdag Fokuskan Pengawasan Komoditas Beras dan Gula


Kamis, 23 Juli 2009 / 15:26 WIB


Reporter: Epung Saepudin | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pemerintah terus melakukan koordinasi terkait ancaman kemarau panjang atau yang biasa dikenal dengan El Nino. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, hal yang paling krusial terkait akan datangnya kemarau panjang adalah komoditas beras, baik dari sisi pasokan atau distribusinya. Bahkan Depdag akan melakukan pengecekan ke sentral produksi beras dalam negeri untuk mengecek sisi pasokan dan produksi. Hal ini dilakukan untuk memberi ketenangan kepada masyarakat.

"Untuk saat ini, tidak ada masalah dalam pasokan beras. Namun, perlu diantisipasi untuk akhir tahun ini," ujarnya di sela-sela Peringatan Hari Anak Nasional di Dunia Fantasi Ancol Jakarta, Kamis, (23/7). Mendag mengatakan, pasokan sangat perlu diwaspadai mengingat musim kemarau akan berlangsung lama dan diperkirakan akan mengubah masa tanam. "Perlu diwaspadai apakah musim kemarau mempengaruhi masa tanam di kuartal terakhir tahun ini. Ini yang harus diantisipasi," tegasnya.

Selain sisi pasokan dan produksi, Mari mengatakan, pihaknya juga bakal mengantisipasi kebakaran lahan. Ini dilakukan mengingat di masa lalu kebakaran lahan sering terjadi kala musim kemarau panjang yang mengakibatkan distribusi dan pengadaan beras nasional terganggu sehingga pasokan tidak merata di semua daerah. Selain beras, Depdag juga akan melakukan pengawasan secara serius terhadap komoditas gula. "Perlu diwaspadai karena mulai panen lagi sekitar bulan Oktober jadi termasuk rentan pasokan," ujar Mari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×