kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.852   50,00   0,30%
  • IDX 8.259   -31,80   -0,38%
  • KOMPAS100 1.167   -4,58   -0,39%
  • LQ45 838   -3,64   -0,43%
  • ISSI 296   -0,02   -0,01%
  • IDX30 436   0,03   0,01%
  • IDXHIDIV20 522   1,58   0,30%
  • IDX80 130   -0,48   -0,37%
  • IDXV30 144   1,00   0,70%
  • IDXQ30 141   0,06   0,04%

Eni West Ganal temukan cadangan migas dalam 2 tahun ini, berkat skema gross split


Rabu, 09 Juni 2021 / 19:55 WIB
Eni West Ganal temukan cadangan migas dalam 2 tahun ini, berkat skema gross split
ILUSTRASI. Lapangan migas lepas pantai di Indonesia


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kabar baik dari sektor migas nasional. ENI West Ganal Ltd berhasil menemukan cadangan migas pasca pemboran sumur appraisal Maha-2 di Wilayah Kerja West Ganal, di lepas pantai Kalimantan.

"Dari hasil uji produksi terbatas mencatat, keterkiriman gas yang mengalir sekitar 33,9 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD),” kata Deputi Operasi yang juga Pelaksana Tugas Deputi Perencanaan SKK Migas Julius Wiratno dalam keterangannya, Senin (7/6).

Wilayah kerja Ganal merupakan salah satu lapangan migas yang diputuskan kementerian ESDM pada awal tahun 2019 untuk menggunakan skema Gross Split.

Skema fiskal baru di bidang migas itu diperkenalkan oleh Wakil Menteri ESDM periode 2016-2019 Arcandra Tahar untuk menggantikan skema cost recovery yang sepenuhnya menggunakan biaya APBN.

Baca Juga: Proyek Lapangan Merakes senilai US$ 1,3 miliar akhirnya diresmikan

Terkait penemuan cadangan baru di West Ganal, Arcandra Tahar mengaku bersyukur dan berharap cadangan migas baru ini dapat segera masuk ke tahap berikutnya.

"Alhamdulillah, selamat kepada kontraktor di West Ganal yang telah berhasil menemukan cadangan migas baru. Semoga ini dapat diikuti juga dengan penemuan migas di blok-blok eksplorasi lainnya," ujarnya, Rabu (9/6).

Arcandra menjelaskan sistem gross split memungkinkan proses eksplorasi sebuah lapangan migas dapat dilakukan lebih cepat. Pasalnya, kontraktor tidak perlu menunggu lama terkait penentuan biaya eksplorasi dan eksploitasi.

Dalam gross split, lanjut Arcandra, perhitungan bagi hasil pengelolaan wilayah kerja migas antara pemerintah dan kontraktor migas di perhitungkan dimuka.

Melalui gross split penerimaan negara juga menjadi lebih pasti. Pemerintah akan memperoleh bagi hasil migas dan pajak sejak proses eksplorasi hingga eksploitasi.

Sementara kendali terhadap blok migas tetap berada di tangan pemerintah. Pasalnya penentuan wilayah kerja, kapasitas produksi dan lifting serta bagi hasil migas ditentukan oleh pemerintah.

"Salah satu tujuan gross split adalah mempercepat proses eksplorasi dari sebelumnya  5-10 tahun menjadi kurang dari 5 tahun. Seperti halnya blok West Ganal yang bisa menemukan cadangan migas dalam dua tahun. Tentunya banyak penghematan jika dibandingkan, misalnya proses ekplorasi itu berlangsung sampai lima atau bahkan 10 tahun," jelasnya.

Baca Juga: Investor hulu migas ramai-ramai hengkang dari pengelolaan blok migas tanah air

Arcandra mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar di industri migas adalah penentuan teknologi. Apalagi jika teknologi tersebut hanya dimiliki oleh kontraktor tertentu sehingga sulit dicari pembandingnya.

Namun dalam gross split faktor teknologi ini tidak lagi menjadi penghambat proses eksplorasi sebuah blok migas. Ini terjadi karena penentuan biaya sepenuhnya dilakukan oleh kontraktor, termasuk value dari teknologi yang mereka gunakan.

Namun demikian, Arcandra menambahkan, setiap sistem fiskal di sektor migas harus menjamin dan memberikan kepastian investasi tanpa harus melakukan negosiasi kontrak kembali.

Baca Juga: SKK Migas: Pengeboran sumur proyek Maha-2 dilaksanakan tahun ini

Dengan demikian, investor juga mendapatkan benefit ketika situasi ekonomi atau harga minyak bergejolak. Contohnya ketika harga minyak sedang turun, kontraktor migas mendapat jaminan untuk tetap memperoleh harga keekonomian.

Sementara ketika terjadi rebound atas harga minyak maka pemerintah juga harus mendapatkan bagi hasil yang lebih besar.

"Bagi kontraktor migas yang menggunakan gross split, ketika harga minyak turun mereka akan dapat tambahan split dari gross revenue. Procurement juga lebih efisien karena tidak perlu birokrasi yang panjang. Dengan banyaknya efisiensi, termasuk dari aspek operasional, kontraktor dapat menaikkan net present value (NPV) mereka," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×