Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya penguatan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia terus dipercepat.
Proyek Enhancing Readiness for The Transition to Electric Vehicles in Indonesia (ENTREV)berkolaborasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta United Nations Development Programme (UNDP) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Ekosistem KBLBB di Yogyakarta, Rabu (27/8/2025).
Kegiatan ini menghadirkan pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, perhimpunan pengusaha hotel dan restoran, komunitas pengguna kendaraan listrik, hingga civitas akademika Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Mewakili Dinas PUSPESDM DIY, Yustina Ika Kurniawati menekankan pentingnya sinergi untuk memperluas adopsi kendaraan listrik di daerah.
Baca Juga: Entrev Optimistis Emisi Karbon Berkurang Signifikan Karena Hal Ini
“Harapannya, dengan mengundang berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pusat, BUMN, akademisi bahkan sekolah kejuruan, langkah ini menjadi pijakan maju di DIY untuk mendukung keberlanjutan ekosistem KBLBB,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (31/8/2025).
Dari sisi regulasi, Koordinator Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Heru Setiawan menegaskan pemerintah pusat dan daerah berkomitmen memperkuat ekosistem KBLBB melalui insentif dan fasilitas.
"Pemerintah juga membuka ruang kolaborasi agar pembangunan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) dan SPBKLU lebih masif,” katanya.
Sementara itu, Project Management Unit ENTREV, Eko Adji Buwono melihat peluang KBLBB di Indonesia masih sangat besar. Menurutnya, dukungan masyarakat dan pelaku usaha dibutuhkan agar ekosistem ini berkelanjutan.
Baca Juga: Entrev Dukung Pengembangan Industri Baterai Nasional, Ini Bentuknya
"Kami mendorong peran aktif masyarakat dari lokal, nasional hingga global. Potensi KBLBB di Indonesia masih sangat besar dan masih perlu banyak penguatan,” jelas Eko.
ENTREV sendiri sebelumnya telah menggelar lokakarya serupa di Jakarta, Bali, dan Jawa Barat. Setelah Yogyakarta, rangkaian kegiatan akan berlanjut ke Surabaya dan sejumlah daerah lain di luar Jawa.
Bagi industri, rangkaian FGD ini menjadi momentum penting untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di daerah sekaligus memperkuat rantai nilai dari hulu ke hilir. Kolaborasi pemerintah, swasta, akademisi, dan komunitas dinilai krusial dalam menciptakan ekosistem KBLBB yang inklusif dan berdaya saing.
Baca Juga: Kemenperin Tagih BYD&Merek Lain Produksi Mobil Listrik di Indonesia, Minimal TKDN 40%
Selanjutnya: Bertemu Presiden Prabowo di Hambalang, Beberapa Ormas Islam Beberkan Hasilnya
Menarik Dibaca: Keunggulan Vivo Y500: Dari Desain Modern hingga Daya Tahan Super
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News