kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

ESDM: Eksplorasi panas bumi tidak merusak hutan


Jumat, 07 Maret 2014 / 14:12 WIB
ESDM: Eksplorasi panas bumi tidak merusak hutan
ILUSTRASI. Petugas menunjukkan vaksin pada Peluncuran dan Penyuntikan Perdana Vaksin IndoVac di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat,


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Energi panas bumi merupakan energi yang ramah lingkungan karena fluida panas bumi setelah dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik akan dikembalikan ke bawah permukaan (reservoir) melalui sumur injeksi.  Penginjeksian air ke dalam reservoir merupakan suatu keharusan agar uap tetap tersedia dan sistem panas bumi tetap terjaga.

Penginjeksian kembali fluida panas bumi serta adanya recharge (rembesan) air permukaan, menjadikan energi panas bumi sebagai energi yang berkelanjutan (sustainable energy). Dengan begitu prosesnya menjaga kelestarian hutan adalah faktor penting mendukung keberlanjutan sistem panas bumi.

Wilayah kerja panas bumi akan melindungi hutan yang ada di sekitarnya karena hutan tersebut merupakan tempat sumber air yang dipanaskan menjadi uap yang dibutuhkan untuk menggerakkan turbin.

“Setiap proyek panas bumi pasti memerlukan hutan. Tidak mungkin merusak hutan, karena begitu hutannya hilang airnya hilang, lalu yang dimasak apa?” ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi Rida Mulyana, Jumat (7/3).

Jadi lanjut Rida, jadi jika ingin mempertahankan pasokan listrik dari panas buminya maka pertahankanlah keberadaan hutannya. Hal ini menunjukkan bahwa PLTP tidak merusak hutan justru sebaliknya melestarikan hutan.

“Jadi kalau ada informasi yang mengatakan panas bumi merusak hutan, agak keliru dan salah secara ilmiah, logikanya enggak masuk, karena yang kita tapping adalah uap yang datang dari air,” imbuh Rida. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×