kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.776   42,00   0,25%
  • IDX 8.232   -88,35   -1,06%
  • KOMPAS100 1.139   -9,43   -0,82%
  • LQ45 813   0,48   0,06%
  • ISSI 296   -9,48   -3,11%
  • IDX30 422   3,70   0,88%
  • IDXHIDIV20 501   7,26   1,47%
  • IDX80 126   -0,89   -0,70%
  • IDXV30 136   -1,76   -1,27%
  • IDXQ30 136   1,46   1,09%

ESDM Klarifikasi Kabar ExxonMobil Cabut dari Proyek CCS Sunda Asri


Kamis, 29 Januari 2026 / 15:11 WIB
ESDM Klarifikasi Kabar ExxonMobil Cabut dari Proyek CCS Sunda Asri
ILUSTRASI. ExxonMobil mundur dari proyek CCS Sunda Asri


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menanggapi kabar hengkangnya ExxonMobil dari proyek Carbon Capture and Storage (CCS) Sunda Asri yang dikerjakan bersama PT Pertamina (Persero).

Hingga saat ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan belum menerima informasi resmi terkait mundurnya raksasa energi asal Amerika Serikat tersebut.

Inspektur Minyak dan Gas Bumi Ahli Muda Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Fahrur Rozi Firmansyah mengatakan, kerja sama ExxonMobil dan Pertamina masih dalam proses.

“Memang mereka join dengan Pertamina, secara resmi tidak ada terus menarik diri karena semua masih dalam proses. Setahu kami tidak ada mereka (Exxon) menarik diri,” ujar Rozi dalam agenda Launching IICCS 2026 di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga: Potensi Besar, Industri Domestik dan Asing Mulai Lirik Bisnis Penyimpanan Karbon

Kabar mundurnya ExxonMobil sebelumnya mencuat setelah Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan di World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss, Rabu (21/1/2026), bahwa Pertamina tengah mencari mitra baru untuk mengelola Cekungan Sunda Asri. Simon menyebut mitra sebelumnya memilih fokus ke area lain.

Cekungan Sunda Asri, yang berlokasi di lepas pantai Sumatra Tenggara di bawah kontrak bagi hasil (PSC) SE Sumatera, diproyeksikan memiliki kapasitas penyimpanan karbon mencapai 3 giga ton.

Wilayah ini disebut sebagai salah satu aset strategis untuk penyaluran CCS, termasuk potensi pelanggan regional seperti Singapura.

Kerja sama antara Pertamina dan ExxonMobil sebelumnya diperkuat melalui nota kesepahaman (MoU) yang diteken Kemenko Perekonomian dan ExxonMobil pada Januari 2025.

Baca Juga: Lanskap Ritel Nasional, MR.D.I.Y. Ungkap Pergeseran Pola Belanja Permanen

Proyek ini mencakup fasilitas petrokimia canggih dan teknologi rendah emisi, dengan estimasi investasi mencapai US$ 10 miliar atau sekitar Rp 157 triliun (kurs asumsi Rp 15.700 per dolar AS).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan bahwa proyek CCS Sunda Asri merupakan langkah strategis bagi ekonomi berkelanjutan Indonesia.

Selanjutnya: Ditjen Pajak Ungkap Aktivasi Akun Coretax Sudah Capai 90,85% dari Target

Menarik Dibaca: Hasil Thailand Masters 2026, 3 Tunggal Putra Indonesia Melaju ke Perempatfinal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×