kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

ESDM tolak usulan insentif Shell di Blok Pulau Moa


Jumat, 10 November 2017 / 17:44 WIB


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Usulan insentif yang diajukan Shell Indonesia berupa investment credit sebesar 150% dan percepatan depresiasi untuk kegiatan eksplorasi Blok Pulau Moa Selatan, Maluku, ditolak oleh pemerintah.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, pihaknya masih mempertanyakan usulan itu. Pasalnya, Shell Indonesia mengusulkan adanya kebijakan fiskal, yakni berupa investment credit bisa mencapai 150%. Dan mengusulkan percepatan depresiasi selama dua tahun.

"Kita tolak insentifnya. Ya mau depresiasi dua tahun, terus investment credit 150%, memang kita mau?" katanya di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (10/11).

Arcandra menyebut, penolakan usul Shell Indonesia itu, karena saat ini, Shell Indonesia baru akan memulai kegiatan eksplorasi.

Asal tahu saja, Blok Pulau Moa Selatan merupakan wilayah kerja migas di lepas pantai. Shell melalui Shell Pulau Moa Pte Ltd menguasai 100% saham partisipasi wilayah kerja yang ditandatangani kontrak kerja samanya pada Mei 2015. Rencananya, tahun ini, Shell baru melakukan studi geologi dan geofisika.

"Ini belum eksplorasi sudah minta insentif, gimana caranya?" tandas Arcandra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×