kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.018   -31,00   -0,18%
  • IDX 7.151   102,46   1,45%
  • KOMPAS100 987   15,12   1,56%
  • LQ45 724   8,45   1,18%
  • ISSI 255   4,01   1,60%
  • IDX30 392   3,86   0,99%
  • IDXHIDIV20 488   0,46   0,10%
  • IDX80 111   1,56   1,42%
  • IDXV30 135   -0,06   -0,04%
  • IDXQ30 128   1,13   0,89%

ESDM tolak usulan insentif Shell di Blok Pulau Moa


Jumat, 10 November 2017 / 17:44 WIB


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Usulan insentif yang diajukan Shell Indonesia berupa investment credit sebesar 150% dan percepatan depresiasi untuk kegiatan eksplorasi Blok Pulau Moa Selatan, Maluku, ditolak oleh pemerintah.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, pihaknya masih mempertanyakan usulan itu. Pasalnya, Shell Indonesia mengusulkan adanya kebijakan fiskal, yakni berupa investment credit bisa mencapai 150%. Dan mengusulkan percepatan depresiasi selama dua tahun.

"Kita tolak insentifnya. Ya mau depresiasi dua tahun, terus investment credit 150%, memang kita mau?" katanya di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (10/11).

Arcandra menyebut, penolakan usul Shell Indonesia itu, karena saat ini, Shell Indonesia baru akan memulai kegiatan eksplorasi.

Asal tahu saja, Blok Pulau Moa Selatan merupakan wilayah kerja migas di lepas pantai. Shell melalui Shell Pulau Moa Pte Ltd menguasai 100% saham partisipasi wilayah kerja yang ditandatangani kontrak kerja samanya pada Mei 2015. Rencananya, tahun ini, Shell baru melakukan studi geologi dan geofisika.

"Ini belum eksplorasi sudah minta insentif, gimana caranya?" tandas Arcandra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×