kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Essar Group jajaki investasi tambang batubara dan bijih besi di Indonesia


Senin, 13 Juni 2011 / 14:46 WIB
ILUSTRASI. Seorang umat diperiksa suhu badannya saat menghadiri sebuah acara perayaan kelahiran Budha di sebuah kuil di Seoul, Korea Selatan


Reporter: Gloria Haraito | Editor: Test Test

JAKARTA. Raksasa energi dan tambang India, Essar Group tengah membidik investasi di tambang batubara dan bijih besi di Indonesia, Australia, dan Afrika. Essar berharap, pasokan tambang dari ketiga negara ini dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri India.

Prashant Ruia, Presiden Direktur Essar Group mengatakan, setelah dua komoditas tambang tersebut, perusahaan pun berniat mengambil pasokan minyak dan gas dari ketiga negara tersebut. "Kami tengah menjajaki investasi luar negeri, termasuk di Indonesia, Australia, dan Afrika untuk mengakses sumber daya alam," kata Ruia dalam World Economic Forum, seperti dikutip Bloomberg, Senin (13/6).

Selain Essar, perusahaan India lainnya seperti Tata Power Co dan Reliance Power Ltd juga dikabarkan tengah memicingkan mata atas komoditas tambang di luar India demi memenuhi kebutuhan enregi di negaranya.

Selama ini, India memang dikenal sebagai pengimpor 75% minyak mentah dunia. Hingga Maret lalu, impor minyak mentah India dalam sepuluh tahun terakhir meningkat enam kali lipat menjadi US$ 85,5 miliar. Nilai ini setara dengan 7% dari total produk domestik bruto (PDB) India.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×