kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.923   13,00   0,08%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Fave Indonesia klaim keamanan transaksi apps aman


Rabu, 26 Juli 2017 / 17:23 WIB
Fave Indonesia klaim keamanan transaksi apps aman


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Fave Indonesia sebagai aplikasi konsumen dalam kategori food & beverage (B&F) di Indonesia, menawarkan fasilitas pembayaran yang aman bagi pengguna transaksi online. Selain bisa melakukan online payment, pengguna aplikasi Fave juga bisa bisa melakukan refund kredit dalam hitungan jam.

Yew Wai Kong, Country General Manager Fave Indonesia mengatakan, solusi ini dilakukan untuk menarik minat pengguna aplikasi ini. Asal tahu saja, hambatan terbesar bagi pengembangan bisnis e-commerce di Indonesia saat ini adalah dari kenyamanan dan keamanan sistem pembayaran.

Dirinya mengklaim sistem refund atau pengembalian kredit miliknya merupakan salah satu yang paling baik di Indonesia. Asalkan masih dalam jangka waktu seminggu dari transaksi kredit, pengguna bisa melakukan refund dana. Apalagi pengembalian itu bisa dilakukan dalam hitungan jam sejak pengguna meminta refund.

"Fitur di fave itu bisa di refund dalam tujuh hari kalau tidak dipakai, itu ada cancelation button. Sebelum tujuh hari bisa kontak, dalam hitungan jam itu dana bisa refund," ujarnya kepada KONTAN, Rabu (26/7).

Sistem ini dikembangkan karena tingginya kebutuhan pengguna untuk menuntut metode pembayaran yang aman dan nyaman. Apalagi kebanyakan dari situs e-commerce lain tidak memiliki fitur serupa. Menurutnya, kebutuhan dan selera konsumen yang berbeda memang mendasari pihaknya mengembangkan sistem tersebut.

Saat ini, 40% pengguna Fave apps melakukan transaksi melalui kartu kredit, sedangkan 60% sisanya melakukan pembayaran melalui online banking, kartu debit, dan transfer bank. Dirinya saat ini belum akan mengembangkan sistem pembayaran sendiri, karena masih fokus kembangkan pasar yang ada. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×