kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Fenomena unik, ekspor batik bisa meningkat di saat pandemi Covid-19


Sabtu, 03 Oktober 2020 / 06:30 WIB


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Yudho Winarto

Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Doddy Rahadi mengemukakan, Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta yang merupakan unit litbang di bawah binaan BPPI Kemenperin, telah mengembangkan aplikasi Batik Analyzer untuk membedakan produk batik asli dan tiruan batik.

Baca Juga: Penjualan meningkat 26% sejak pandemi, UMKM didorong masuk pasar e-commerce

"Batik Analyzer adalah suatu aplikasi yang dapat dipasang pada ponsel pintar berbasis Android dan iOS yang dikembangkan dengan menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI), yaitu machine learning yang sesuai dengan implementasi industri 4.0," tuturnya.

Meski saat ini bangsa Indonesia masih dihadapkan pada kondisi yang berat dalam menjalankan setiap aktivitasnya karena dampak pandemi covid-19, menurut Doddy, bukan berarti produktivitas dan kreativitas harus berhenti khususnya di sektor industri.

"Industri batik sangat diharapkan mampu beradaptasi dengan kebiasaan baru atau berbagai perubahan dengan cara berpikir kreatif dan inovatif melalui pemanfaatan teknologi dan optimalisasi sumber daya yang ada, sehingga dapat terus bergerak serta berkontribusi positif bagi pemulihan ekonomi nasional," paparnya.

Melalui penyelenggaraan peringatan Hari Batik Nasional, Kemenperin senantiasa mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk dapat turut berperan aktif serta berkolaborasi dalam memajukan Batik Indonesia.

"Karena sesungguhnya mencintai Batik Indonesia adalah tanggung jawab setiap kita sebagai bangsa Indonesia yang berbudaya," pungkas Doddy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×