Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - SENTUL BOGOR. PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum terus mengembangkan inovasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas produksi aluminium. Pengembangan inovasi dilakukan mulai dari optimalisasi proses peleburan hingga pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).
Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita mengatakan, inovasi yang dikembangkan perusahaan harus memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi operasional perusahaan.
“Keberhasilan inovasi yang sesungguhnya bukan ketika sebuah karya memenangkan kompetisi, tetapi ketika karya tersebut memberikan manfaat yang berkelanjutan. Jangan sampai ide terbaik kita hanya tersimpan sebagai dokumen,” ujar Melati dalam Diskusi Media Gathering FORWIN 2026 di Sentul Bogor, Jumat (6/11/2026).
Pengembangan inovasi tersebut salah satunya ditunjukkan melalui Transformation & Improvement Summit (TIS) 2026. Tahun ini, kegiatan tersebut menghimpun 119 karya inovasi dari 273 inovator di lingkungan Inalum Group.
Baca Juga: Inalum Pasang Target Produksi Alumunium Mencapai 280.000 Ton hingga Akhir 2026
Jumlah tersebut meningkat sekitar 63% dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi capaian tertinggi sejak TIS pertama kali digelar pada 2004.
Sejumlah inovasi yang dikembangkan berkaitan langsung dengan proses produksi aluminium. Salah satunya optimalisasi parameter bath pada proses peleburan aluminium untuk mendukung pengendalian proses produksi.
Selain itu, terdapat inovasi optimalisasi sudut eccentric counterweight untuk mengatasi permasalahan keretakan anoda yang merupakan salah satu komponen dalam proses produksi aluminium.
Pengembangan inovasi juga menyasar proses bisnis di luar kegiatan produksi. Inalum mengembangkan pemanfaatan AI untuk pemodelan keuangan perusahaan, serta berbagai gagasan di bidang energi dan keberlanjutan.
Pada TIS 2026, Inalum memperluas kategori inovasi dari sebelumnya dua kategori menjadi empat kategori. Keempatnya yakni Teknis Implementasi, Teknis Konseptual, Nonteknis, serta HSE & ESG.
Baca Juga: Inalum Bidik Penjualan 275.000 Ton, Lirik Peluang dari Kenaikan Harga Aluminium
Dari total 119 karya yang mengikuti penjurian, sebanyak 39 karya berasal dari kategori Teknis Implementasi, 40 karya Teknis Konseptual, 13 karya Nonteknis, dan 27 karya HSE & ESG.
Kegiatan tersebut juga melibatkan anak perusahaan INALUM, yakni PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) dan PT Indonesia Aluminium Alloy (IAA).
Dari proses seleksi, sebanyak 12 karya terpilih untuk mengikuti pameran poster inovasi, sedangkan delapan karya berkompetisi dalam Grand Final TIS 2026 di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, pada 3 November 2026.
Sejak pertama kali digelar pada 2004, jumlah partisipasi dalam TIS terus meningkat. Pada tahun pertama, hanya terdapat enam karya dari sembilan inovator. Jumlah tersebut meningkat menjadi 119 karya dari 273 inovator pada 2026.
Baca Juga: Inalum Bidik Prospek Aluminium dari Pertumbuhan Industri Baterai EV
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
