kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

Fitch Naikkan Proyeksi Harga Komoditas 2026, Saham Emiten Tambang Berpotensi Menguat


Selasa, 31 Maret 2026 / 16:49 WIB
Fitch Naikkan Proyeksi Harga Komoditas 2026, Saham Emiten Tambang Berpotensi Menguat
ILUSTRASI. Smelter Nikel - Feronikel Antam MIND ID (Dok/ANTM)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menaikkan asumsi harga sejumlah komoditas tambang untuk 2026. Proyeksi ini dinilai menjadi sentimen positif bagi kinerja emiten sektor pertambangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan laporan Fitch, asumsi harga tembaga naik dari US$9.500 per ton menjadi US$11.500 per ton, seiring meningkatnya permintaan dari tren elektrifikasi global. Sementara itu, harga aluminium juga direvisi naik menjadi US$2.900 per ton dari sebelumnya US$2.550 per ton.

Adapun kenaikan asumsi harga aluminium untuk seluruh periode mencerminkan ekspektasi pertumbuhan permintaan yang tetap sehat serta terbatasnya penambahan pasokan dalam jangka menengah, selain dari rencana penambahan kapasitas di Indonesia dan Asia Tenggara.

Baca Juga: GINSI Kritik Kebijakan Batas Pengambilan Container, Rugikan Pelaku Usaha

Untuk emas, Fitch juga menaikkan proyeksi harga seiring tingginya permintaan dari bank sentral serta investor di tengah ketidakpastian geopolitik global. Harga emas diperkirakan naik dari US$3.400 menjadi US$4.500.

Adapun batu bara termal diproyeksikan naik dari US$95 menjadi US$110 per ton, didorong kondisi pasar yang lebih ketat pada awal 2026. Penurunan ekspor batu bara Indonesia serta melemahnya produksi domestik China menjadi faktor utama.

Di sisi lain, asumsi harga nikel jangka pendek turut dinaikkan ke level US$16.000. Kenaikan ini dipengaruhi kebijakan pemerintah Indonesia yang menekan kuota produksi sehingga berpotensi mengurangi pasokan global.

Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Reza Priyambada menilai, kenaikan asumsi harga komoditas tersebut mencerminkan kondisi global yang tengah berlangsung. Ia menyebut, tren kenaikan harga umumnya akan berdampak positif terhadap emiten terkait.

"Dengan adanya potensi kenaikan tersebut biasanya pelaku pasar akan berasumsi bahwa kenaikan tersebut akan berdampak khususnya positif pada emiten-emiten yang berkaitan dengan komoditas tersebut," ucap Reza dalam keterangannya, Selasa (31/4).

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta Utama juga melihat proyeksi tersebut sebagai katalis positif bagi saham sektor tambang. Menurutnya, prospek emiten seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akan terdorong oleh kuatnya harga emas global.

Ia menilai, tingginya harga emas berpotensi menjaga margin laba ANTM, khususnya dari segmen pemurnian logam mulia pada awal 2026.

Selain itu, strategi hilirisasi yang dijalankan ANTM bersama Grup MIND ID dinilai menjadi faktor pendukung kinerja. Kolaborasi dengan mitra global seperti CATL dan LG Energy Solution melalui Indonesia Battery Corporation (IBC) juga mulai memasuki tahap lanjutan pembangunan fasilitas pengolahan.

Kebijakan pemerintah yang membatasi ekspor bahan mentah turut menjadi katalis tambahan, mengingat ANTM dan Grup MIND ID telah memiliki infrastruktur smelter yang mapan.

Sejalan dengan itu, kinerja saham emiten tambang juga menunjukkan tren positif sejak awal tahun. Saham ANTM tercatat naik 9,03% secara year to date (ytd), sementara PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melonjak 38,63% ytd hingga penutupan perdagangan 27 Maret 2026.

Dari sisi teknikal, Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana merekomendasikan sejumlah saham komoditas untuk dicermati pelaku pasar.

"Lebih lanjut, rekomendasi harga PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) di kisaran 2.520-2.600, serta emiten batu bara pelat merah PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) pada level 2.900-3.080," kata Herditya.

Ia juga menyebut saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) sebagai alternatif pilihan dengan target harga masing-masing di kisaran 9.000–9.400 dan 1.755–1.905.

Dengan prospek kenaikan harga komoditas global tersebut, saham emiten tambang, termasuk yang berada dalam ekosistem Grup MIND ID, berpotensi mendapatkan dorongan sentimen positif. Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati kondisi fundamental dan teknikal sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca Juga: Pembatasan Pembelian Pertalite akan Berdampak pada Operasional Angkutan Jarak Jauh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×