kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Foxconn dianggap tidak serius mau investasi


Kamis, 05 Maret 2015 / 09:56 WIB
ILUSTRASI. Yuk simak tips cara mengatur area bermain balita di rumah!


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kementerian Perindustrian menilai perusahaan elektronik asal Taiwan, Foxconn dianggap tidak serius merealisasikan investasinya di Indonesia. Pasalnya perusahaan telah mengumumkan rencana investasi sejak 2012 namun hingga saat ini tak kunjung juga direalisasikan.

"Belum ada berita," ujar Ignatius Warsito, Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian ketika ditanya soal kelanjutan investasi Foxconn, pada KONTAN, Rabu (4/3).

Ia menilai, kendala investasi Foxconn bukan soal harga tanah untuk bangun pabrik yang selama ini dipersoalkan. "Kelihatannya bukan soal tanah itu. Mereka tidak serius kali," ujar Warsito.

Seperti diketahui sudah sejak 2012, Foxconn yang merupakan perakit smartphone terbesar dunia seperti Apple, mengumumkan minatnya berinvestasi di Indonesia. Berbagai tahapan sudah dijajaki pemerintah Indonesia dengan perusahaan tapi tak kunjung juga rencana investasi itu terealisasi.

Terakhir perusahaan tersebut tidak cocok soal harga tanah yang akan mereka beli di Kawasan Berikat Nusantara. Pemerintah kemudian menawarkan Foxconn untuk bekerjasama dengan perusahaan swasta atau BUMN yang mempunyai tanah. Skemanya, Foxconn bisa  menyetor equity dalam bentuk kepemilikan saham. Namun Foxconnya tak merespon usulan tersebut.

Sejak saat itu, tidak pernah ada lagi perkembangan realisasi investasi Foxconn di Indonesia.  Adapun investasi yang digelontorkan senilai US$ 1 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×