kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Gading Serpong Perkuat Posisi Sebagai Pusat Komersial


Selasa, 16 Juni 2026 / 21:35 WIB
Gading Serpong Perkuat Posisi Sebagai Pusat Komersial
ILUSTRASI. Summarecon Serpong (Summarecon/Summarecon Serpong)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gading Serpong telah berkembang dari kawasan hunian menjadi salah satu koridor komersial baru. Lonjakan aktivitas usaha, pembukaan bisnis baru, serta meningkatnya kebutuhan ruang usaha memicu pengembangan Serpong Central Business District (CBD) dengan City Gate sebagai salah satu proyek utama.

Sepanjang 2025, realisasi investasi di Kabupaten Tangerang mencapai Rp 37,62 triliun. Dari jumlah tersebut, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran berkontribusi Rp11,78 triliun, sementara sektor perdagangan dan reparasi Rp 4,86 triliun. Sektor tersier yang mencakup jasa, perdagangan, logistik, dan properti menjadi dominasi dengan porsi 57,9% dan menjadi motor utama ekonomi daerah.

Geliat komersial di kawasan ini tercermin dari pembukaan 1.464 bisnis baru sepanjang 2025. Kondisi ini menandakan meningkatnya permintaan ruang usaha, terutama dari sektor ritel, kuliner, layanan profesional, dan bisnis berbasis kunjungan langsung.

Head of Research & Consulting CBRE Anton Sitorus menilai pertumbuhan kawasan komersial di Gading Serpong merupakan bagian dari siklus alami pengembangan properti. Kawasan yang semula berbasis hunian akan berkembang ke fungsi lain seiring pertumbuhan populasi, mobilitas, dan kebutuhan layanan. “Pertumbuhan ini terbilang normal. Siklus pengembangan properti diawali dengan hunian, lalu kantor, ruko, hotel, dan seterusnya,” kata dia dalam keterangannya dikutip, Rabu (1/6/2026).

Anton menjelaskan, Tangerang, termasuk Serpong dan Gading Serpong, telah lama menjadi kawasan penyangga Jakarta yang tumbuh pesat. Perkembangan tersebut ditopang kualitas hunian, rencana pengembangan kawasan oleh pengembang, serta konektivitas antarkawasan.

Baca Juga: Summarecon (SMRA) Optimistis Raih Target Penjualan Rp 5,2 Triliun di 2026

Menurutnya, sejumlah pengembang memiliki rencana pengembangan yang baik, sementara masyarakat menilai wilayah barat seperti Serpong berpotensi besar. Ia menambahkan, tingginya harga tanah di Jakarta membuat kawasan penyangga menjadi alternatif yang lebih terjangkau.

Sejalan dengan itu, Summarecon Serpong menyiapkan Serpong CBD sebagai pusat aktivitas bisnis baru di Gading Serpong. Executive Director Summarecon Serpong Albert Luhur mengatakan pengembangan kawasan ini dilakukan untuk menjawab perubahan kebutuhan ruang usaha yang semakin beragam.

Menurut dia, pelaku usaha kini tidak hanya membutuhkan ruang operasional, tetapi juga lokasi dengan visibilitas tinggi, akses mudah, fasilitas pendukung, serta ruang yang dapat memperkuat identitas merek. Kebutuhan tersebut menjadi dasar pengembangan kawasan City Gate di Summarecon Serpong.

City Gate dikembangkan di atas lahan 40 hektare dan diposisikan sebagai gerbang Serpong CBD. Kawasan ini terhubung dengan Gading Serpong Boulevard, Symphonia Boulevard, dan City Gate Boulevard, serta memiliki akses ke Tol Jakarta–Tangerang, Tol Serpong–Balaraja, dan rencana akses Melody–Diklat Pemda.

Dengan posisi tersebut, City Gate menjadi etalase bisnis Gading Serpong yang berada di jalur penghubung Summarecon Serpong, BSD, Alam Sutera, dan Lippo Karawaci, sehingga berpotensi menarik arus pengunjung lintas kawasan.

Baca Juga: Jaya Real (JRPT) Lanjutkan Pengembangan Bintaro Jaya, Proyek Hunian Baru Meluncur

Albert Luhur mengatakan, City Gate dirancang untuk berbagai kebutuhan usaha, mulai dari kantor, showroom, layanan profesional, klinik, F&B, hingga bisnis berbasis kunjungan. Pengembangannya mencakup bangunan siap pakai dan kavling komersial yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemilik usaha.

Produk utama meliputi City Gate Office Suites, bangunan enam lantai dengan luas tanah 220–264 meter persegi dan luas bangunan hingga 1.337 meter persegi, dilengkapi double facade, outdoor mezzanine, dan frontage ke boulevard utama.

Selain itu, City Gate Graha hadir sebagai bangunan lima lantai dengan luas tanah 108–153 meter persegi (m2) dan luas bangunan 453–603 m2, dengan frontage ke Symphonia Boulevard dan ditujukan untuk kebutuhan bisnis berskala lebih besar.

City Gate Graha ditujukan untuk showroom, kantor, layanan profesional, dan bisnis berbasis kunjungan. Format lima lantai memberi fleksibilitas bagi pelaku usaha dalam mengembangkan fungsi ruang sesuai kebutuhan. City Gate ini  juga menyediakan kavling komersial yang memungkinkan pengembangan desain, fasad, kapasitas, hingga alur operasional sesuai karakter bisnis masing-masing.

Untuk mendukung aktivitas tenant dan pengunjung, kawasan ini dilengkapi 5-layer parking space, terutama bagi sektor yang bergantung pada kunjungan langsung seperti F&B, klinik, dan showroom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×