Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) merampungkan proses Spin-Off InfraCo Tahap 2 dengan nilai transaksi Rp49,9 triliun. Langkah ini melanjutkan penataan bisnis infrastruktur TelkomGroup melalui PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia).
Sebelumnya, Telkom telah menyelesaikan Spin-Off InfraCo Tahap 1 yang efektif sejak Januari 2026. Secara keseluruhan, pengalihan aset dan bisnis dalam dua tahap tersebut mencapai Rp85,7 triliun.
Melalui tahap kedua ini, InfraNexia akan mengelola lebih dari 90% aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya dimiliki Telkom. Portofolio tersebut mencakup jaringan akses pelanggan, core backbone, hingga infrastruktur pendukung lainnya.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini mengatakan, penataan tersebut merupakan bagian dari strategi transformasi TelkomGroup untuk mempertajam pengelolaan bisnis infrastruktur digital.
"Spin-Off InfraCo Tahap 2 sebagai langkah strategis dalam perjalanan transformasi TLKM 30 untuk memperkuat InfraNexia sebagai mesin pertumbuhan baru, yang akan meningkatkan kapabilitas layanan infrastruktur, mengoptimalkan efisiensi bisnis, serta membuka peluang kemitraan strategis guna mendukung percepatan konektivitas digital nasional," ujar Dian dalam keterangannya Minggu (9/8/2026).
Baca Juga: Sinergi Danantara, Transformasi TelkomGroup Tumbuhkan Pasar External InfraNexia 37,6%
Dengan pengalihan portofolio tersebut, InfraNexia akan mengelola sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optik, termasuk sekitar 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang membentang di Indonesia.
Penataan aset tersebut menjadi bagian dari strategi Telkom untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset infrastruktur sekaligus membuka ruang pengembangan bisnis wholesale connectivity. Telkom juga mengaitkan langkah tersebut dengan agenda unlock value dalam strategi TLKM 30, termasuk melalui monetisasi aset infrastruktur seperti data center, menara dan jaringan fiber.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji mengatakan, pemisahan bisnis infrastruktur diarahkan untuk membangun bisnis digital infrastruktur dengan proposisi nilai yang lebih kuat.
"Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan implementasi nyata dari strategi penataan portofolio TelkomGroup untuk membangun bisnis digital infrastruktur yang memiliki proposisi nilai lebih kuat," kata Seno.
Baca Juga: Telkom Rampungkan Spin-Off InfraCo Tahap 2, InfraNexia Perkuat Wholesale Connectivity
Menurut dia, pembentukan InfraNexia memberikan fleksibilitas dalam mengoptimalkan aset serta mengembangkan peluang kemitraan.
Dari sisi kepemilikan, Telkom masih memegang lebih dari 99% saham InfraNexia. Meski demikian, perusahaan tersebut akan beroperasi secara profesional dalam melayani pelanggan.
Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf mengatakan, setelah proses spin-off selesai, perusahaan akan memperkuat sejumlah lini bisnis konektivitas wholesale, termasuk 5G backhaul, wholesale network, FTTx dan passive infrastructure sharing.
"Kami optimistis penyelesaian spin-off ini semakin memperkokoh InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur konektivitas wholesale yang netral dan andal," ujar Lukman.
InfraNexia juga mempercepat program network modernization dan pengembangan autonomous network. Pengembangan tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi jaringan sekaligus mendukung kebutuhan konektivitas yang berkaitan dengan pertumbuhan AI, cloud, dan data center di Indonesia.
Bagi Telkom, pengalihan aset ini juga menjadi bagian dari upaya menuju struktur strategic holding. Dengan pemisahan pengelolaan infrastruktur, TelkomGroup berupaya membuat masing-masing entitas lebih fokus pada bisnisnya sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan aset dan investasi.
Telkom menyatakan proses transaksi dilakukan dengan memperhatikan tata kelola perusahaan dan ketentuan hukum serta regulasi yang berlaku, termasuk ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perusahaan juga memastikan proses pengalihan tersebut tidak mengganggu layanan kepada pelanggan.
Baca Juga: InfraNexia Raup Pendapatan Rp 7,7 Triliun di Semester I, Bisnis Eksternal Kian Moncer
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
