kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 18.014   16,00   0,09%
  • IDX 6.131   -17,35   -0,28%
  • KOMPAS100 796   -2,34   -0,29%
  • LQ45 611   -1,02   -0,17%
  • ISSI 212   0,26   0,12%
  • IDX30 339   -0,53   -0,16%
  • IDXHIDIV20 428   1,18   0,28%
  • IDX80 91   -0,25   -0,28%
  • IDXV30 116   0,18   0,16%
  • IDXQ30 110   0,30   0,28%

Gakoptindo realisasikan impor kedelai 2.800 ton


Rabu, 09 Juli 2014 / 14:43 WIB
ILUSTRASI. Promo Richeese Anniversary ke-12 kini hadir lebih lama mulai dari jam buka outlet! (dok/Richeese_Factory)


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) hingga pertengahan tahun ini telah merealisasikan impor kedelai sebanyak tiga kali. Volume impor yang dilakukan mencapai 2.800 ton.

Aip Syarifuddin, Ketua Umum Gakoptindo mengatakan, hingga akhir tahun ini pihaknya menargetkan dapat merealisasikan impor kedelai sebanyak 15.000 ton-20.000 ton. "Seluruh kedelai yang diimpor akan digunakan oleh anggota sendiri," kata Aip, Selasa (8/7).

Sekedar gambaran saja, jumlah anggota Gakoptindo sendiri tercatat mencapai 115.000 pengrajin. Dari jumlah tersebut kebutuhan kedelai mencapai 135.000 ton per bulan, atau sekitar 1,7 juta ton per tahun.

Impor kedelai yang dilakukan Gakoptindo berasal dari Amerika Serikat (AS). Harga kedelai FOB (Free On Board) sekitar US$ 560 per ton. Ditambah dengan biaya pengapalan dan biaya lain, sampai di Indonesia harga kedelai sekitar Rp 7.500 per kilogram (kg).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×