kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.827   -1,00   -0,01%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Gakoptindo realisasikan impor kedelai 2.800 ton


Rabu, 09 Juli 2014 / 14:43 WIB
Gakoptindo realisasikan impor kedelai 2.800 ton
ILUSTRASI. Promo Richeese Anniversary ke-12 kini hadir lebih lama mulai dari jam buka outlet! (dok/Richeese_Factory)


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) hingga pertengahan tahun ini telah merealisasikan impor kedelai sebanyak tiga kali. Volume impor yang dilakukan mencapai 2.800 ton.

Aip Syarifuddin, Ketua Umum Gakoptindo mengatakan, hingga akhir tahun ini pihaknya menargetkan dapat merealisasikan impor kedelai sebanyak 15.000 ton-20.000 ton. "Seluruh kedelai yang diimpor akan digunakan oleh anggota sendiri," kata Aip, Selasa (8/7).

Sekedar gambaran saja, jumlah anggota Gakoptindo sendiri tercatat mencapai 115.000 pengrajin. Dari jumlah tersebut kebutuhan kedelai mencapai 135.000 ton per bulan, atau sekitar 1,7 juta ton per tahun.

Impor kedelai yang dilakukan Gakoptindo berasal dari Amerika Serikat (AS). Harga kedelai FOB (Free On Board) sekitar US$ 560 per ton. Ditambah dengan biaya pengapalan dan biaya lain, sampai di Indonesia harga kedelai sekitar Rp 7.500 per kilogram (kg).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×