kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   -50.000   -1,70%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Gandeng sejumlah BUMN, RNI terus garap bisnis teh kemasan


Kamis, 18 Oktober 2018 / 21:54 WIB
Gandeng sejumlah BUMN, RNI terus garap bisnis teh kemasan
ILUSTRASI. B.Didik Prasetyo, Dirut RNI


Reporter: Annisa Maulida | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis teh kemasan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) mengalami progres yang positif. Saat ini, tengah menjalin kerja sama untuk teh kemasan dengan sejumlah BUMN.

Sebut saja, Hotel Indonesia Group, PT Angkasa Pura I Retail dengan merek teh Bhumi dan menjajaki kerja sama dengan PT Garuda Indonesia. "Kita masih mengedepankan sinergi antar BUMN," kata Direktur Utama RNI Didik Prasetyo kepada Kontan, Kamis (18/10).

Teh kemasan produksi RNI dalam bentuk teh celup dan teh seduh, untuk sementara ini baru menjajaki pemasarannya.

"Karena produksi teh RNI itu sangat terbatas dengan luas lahan teh RNI sekitar 1.200 hektare (ha) di Liki Tea, Solok Selatan, Sumatera Barat," ujar Didik.

Didik mengatakan, untuk produksi teh kemasan RNI hanya sekitar 4.000-4.500 ton per tahun. "Sampai saat ini produksi kita kira-kira sekitar 3.000-3.500 ton," ujarnya.

Didik menjelaskan, saat ini untuk memenuhi permintaan teh, RNI melakukan kerja sama dengan PTPN VIII.

"Kita masih kekurangan suplai atau produksinya masih kurang atas permintaan teh di Liki," lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×