kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Gapki: Kebijakan Biodiesel Tidak Mempengaruhi Harga Migor Dalam Negeri


Minggu, 20 Februari 2022 / 20:14 WIB
ILUSTRASI. Petugas menunjukkan sampel bahan bakar minyak (BBM) . ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.


Reporter: Achmad Jatnika | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengungkapkan bahwa mahalnya harga minyak goreng (migor) karena harga crude palm oil (CPO) yang tinggi, bukan karena kebijakan biodiesel.

Ketua Bidang Komunikasi GAPKI Tofan Mahdi mengatakan, serapan untuk program biodiesel tidak mempengaruhi harga minyak goreng dalam negeri, dan menurutnya bahan baku untuk minyak goreng sudah sangat cukup.

“Mahalnya harga minyak goreng karena harga CPO yang tinggi, bukan karena kelangkaan bahan baku (CPO) di pasar domestik karena banyak terserap di pasar ekspor ataupun karena program mandatori biodiesel. Jadi, bahan baku untuk minyak goreng sangat cukup,” katanya kepada Kontan, Minggu (20/2).

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Masih Jauh dari HET yang Ditetapkan Pemerintah

Mahalnya dan langkanya migor saat ini menurutnya tidak akan bertahan lama. Ia optimis dalam beberapa pekan ke depan harga migor di pasar domestik akan stabil dan akan terjadi keseimbangan baru. “Kita lihat saja dalam beberapa pekan ke depan akan terjadi penciptaan keseimbangan baru dan pasar minyak goreng di pasar domestik akan stabil,” ungkap Tofan.

Sejak dikeluarkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) kemudian kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) migor, ketersediaan migor menjadi sangat terbatas, bahkan terjadi kelangkaan.

Dalam pengamatan Kontan, harga migor sesuai HET sampai saat ini belum ditemukan di pasar tradisional. Hal tersebut berlaku untuk migor kemasan sederhana, kemasan premium, dan kemasan curah. Bahkan harga migor kemasan sederhana masih ditemukan dengan harga Rp 20.000 per liter, terlampau jauh dari HET pemerintah untuk migor kemasan di angka Rp 14.000 per liter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×