kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Gapki Sebut Produksi Sawit Nasional Mencukupi untuk Dukung Kebijakan B50


Minggu, 12 April 2026 / 18:02 WIB
Gapki Sebut Produksi Sawit Nasional Mencukupi untuk Dukung Kebijakan B50
ILUSTRASI. Gapki pastikan pasokan CPO domestik cukup untuk program B50 yang dimulai Juli 2026. Ini strategi hemat devisa negara. (Tribunnews/Jeprima)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memastikan pasokan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dalam negeri masih memadai untuk menyokong program mandatori B50.

Pemerintah rencananya akan mulai mengimplementasikan pencampuran 50% minyak sawit ke dalam bahan bakar minyak (BBM) mulai 1 Juli mendatang.

Ketua Umum Gapki, Eddy Martono menyatakan bahwa penerapan B50 merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

"Penerapan B50 jelas memberikan manfaat untuk negara di saat harga minyak bumi naik akibat perang di Timur Tengah. Ini akan menghemat devisa impor BBM," ujarnya kepada Kontan.co.id, Minggu (12/4/2026).

Eddy membeberkan, berdasarkan perhitungannya, kebutuhan bahan baku untuk program B50 diperkirakan mencapai 16 juta ton. Sementara kebutuhan untuk pangan domestik mencapai 10 juta ton, maka total kebutuhan CPO dalam negeri akan berada di angka 26 juta ton.

Baca Juga: Pemerintah Terapkan B50 Mulai Juli 2026, Begini Respons Apindo

"Produksi CPO tahun 2025 sebesar 51,6 juta ton, artinya secara produksi mencukupi untuk mendukung B50," jelasnya.

Meski demikian, Eddy menuturkan, jika permintaan ekspor melonjak, maka pemenuhannya mungkin akan terkendala karena adanya kenaikan kebutuhan bahan baku B50.

"Hanya saja kalau permintaan ekspor meningkat belum tentu bisa dipenuhi, karena kebutuhan bahan untuk B50 meningkat sekitar 3 juta ton," tuturnya.

Terkait dampaknya terhadap kesejahteraan petani sawit, Eddy menilai kebijakan ini tidak akan merugikan. Menurutnya, harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani kecil kemungkinan tidak akan mengalami penurunan akibat penyerapan domestik yang besar ini.

"Kalau petani tidak dirugikan karena belum tentu harga TBS turun. Justru apabila suplai Indonesia berkurang karena digunakan untuk biodiesel, ada kemungkinan harga minyak sawit dunia meningkat," ujarnya.

Untuk diketahui, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa uji coba B50 atau bahan bakar lewat pencampuran minyak sawit ke dalam solar kini sudah menunjukkan hasil yang signifikan.

Baca Juga: Pemerintah Siap Implementasi B50 pada Juli 2026, Begini Kata Dewan Energi Nasional

Bahlil mengungkapkan, saat ini progres uji coba telah menyentuh angka 60% hingga 70%. Uji coba ini dilakukan secara komprehensif pada berbagai moda transportasi dan mesin industri untuk memastikan keandalan bahan bakar nabati tersebut sebelum diluncurkan secara massal.

"Jadi, saya sampaikan bahwa hasil uji coba terhadap B50 sekarang sudah ke arah 60%-70%. Uji coba dilakukan di alat-alat berat, di kereta api, di kapal maupun di mobil. Insya Allah, bulan Mei, Juni hasil akhirnya sudah selesai dan akan diterapkan di 1 Juli," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Bahlil menuturkan, penerapan B50 ini diklaim sebagai strategi "survival mode" pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Menurutnya, kebijakan ini diambil agar Indonesia memiliki kedaulatan penuh dan tidak terus-menerus didikte oleh fluktuasi harga maupun pasokan energi global, khususnya untuk komoditas solar.

"Ini sudah menjadi kebijakan negara, ini survival mode. Supaya kita tidak tergantung pada global terhadap BBM kita, khususnya untuk solar," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×