CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.962   0,00   0,00%
  • IDX 6.320   88,07   1,41%
  • KOMPAS100 835   12,40   1,51%
  • LQ45 635   7,53   1,20%
  • ISSI 217   2,63   1,22%
  • IDX30 358   3,17   0,89%
  • IDXHIDIV20 443   2,73   0,62%
  • IDX80 95   1,30   1,38%
  • IDXV30 119   0,58   0,49%
  • IDXQ30 115   0,73   0,64%

Bisnis Rental Mobil Berharap dari Destinasi Wisata Viral Untuk Menopang Permintaan


Senin, 20 Juli 2026 / 18:18 WIB
Diperbarui Senin, 20 Juli 2026 / 21:11 WIB
Bisnis Rental Mobil Berharap dari Destinasi Wisata Viral Untuk Menopang Permintaan
ILUSTRASI. Bus jemaah haji di Makkah (KONTAN/Siti.Masitoh)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku usaha rental mobil masih optimistis prospek bisnis hingga akhir 2026 tetap positif seiring meningkatnya minat masyarakat berwisata. Tren destinasi wisata yang viral di media sosial dinilai menjadi salah satu pendorong permintaan jasa transportasi wisata.

Pendiri Trans Bhinneka Indonesia Joko Hariyanto mengatakan, kinerja usahanya sepanjang tahun ini masih relatif stabil. Permintaan penyewaan kendaraan, terutama Isuzu Elf, Toyota Kijang Innova, dan Toyota Avanza, belum mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun lalu.

"Kalau di tempat saya, penjualan masih relatif stabil, terutama untuk Elf, Innova, dan Avanza," ujar Joko kepada Kontan, Senin (20/7/2026).

Baca Juga: Bisnis Rental Mobil Tertekan, Permintaan Turun 5% di Semester I-2026

Menurutnya, preferensi pelanggan berbeda antara wisatawan domestik dan mancanegara. Wisatawan asing lebih banyak menyewa Toyota Hiace, sedangkan wisatawan lokal cenderung memilih Elf maupun bus medium dan bus besar untuk perjalanan rombongan.

Pada musim liburan sekolah, permintaan rental mobil meningkat tajam. Bahkan, okupansi armada naik sekitar 25% sehingga perusahaan kerap mengalami kelebihan pesanan dan harus berbagi permintaan dengan sesama pelaku usaha rental.

Joko menambahkan, pelanggan usahanya saat ini didominasi instansi pemerintah, korporasi, serta lembaga pendidikan dan keagamaan. Beberapa pelanggan tetap berasal dari kementerian, pemerintah daerah, kepolisian, hingga perusahaan seperti Semen Indonesia dan Pertamina.

Meski demikian, pelaku usaha masih menghadapi tantangan berupa kenaikan harga suku cadang dan beban pajak yang dinilai semakin menekan biaya operasional. Untuk menjaga efisiensi, perusahaan berupaya memperpanjang usia pakai komponen kendaraan melalui perawatan dan pola pengoperasian armada yang lebih optimal.

Ke depan, Joko memperkirakan permintaan akan terus meningkat seiring bertambahnya destinasi wisata yang populer di media sosial. Karena itu, perusahaan mulai membuka paket open trip ke sejumlah destinasi wisata baru untuk menangkap tren tersebut.

Ia berharap pemerintah memperbaiki infrastruktur menuju kawasan wisata, memberantas pungutan liar, serta memberikan dukungan kepada pelaku usaha transportasi, termasuk melalui kebijakan yang meringankan biaya suku cadang dan menjaga iklim investasi di sektor otomotif. 

Baca Juga: Motor Listrik Nasional Segera Meluncur, Begini Tanggapan AISI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×