kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.909   23,00   0,13%
  • IDX 6.114   -32,89   -0,54%
  • KOMPAS100 787   -4,71   -0,59%
  • LQ45 603   -2,25   -0,37%
  • ISSI 214   -1,16   -0,54%
  • IDX30 335   -0,46   -0,14%
  • IDXHIDIV20 429   -0,68   -0,16%
  • IDX80 90   -0,51   -0,57%
  • IDXV30 117   0,10   0,08%
  • IDXQ30 110   -0,11   -0,10%

Gapki turut mendukung langkah membeli sukhoi dengan barter komoditas perkebunan


Selasa, 20 Februari 2018 / 19:44 WIB
ILUSTRASI. Pesawat Tempur Sukhoi di Lanud Sultan Hasanuddin


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia dan Rusia telah sepakat untuk melakukan barter pesawat tempur sukhoi dengan komoditas-komditas Indonesia.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Danang Girindrawardana menilai, adanya kesepakatan antara dua negara ini pasti akan mendorong permintaan minyak sawit (CPO) Indonesia dari Rusia.

Danang bilang, saat ini pembicaraan tentang komoditas yang akan diimpor Rusia dari Indonesia masih ditindaklanjuti. Namun, menurutnya Indonesia memang sudah melakukan pembicaraan dengan Rusia terkait kebutuhannya atas produk-produk CPO Indonesia.

"Pembicaraan terkait kebutuhan CPO oleh Rusia ini sejak dulu sudah ada, sekarang akan lebih intensif," ujar Danang kepada Kontan.co.id, Selasa (20/2).

Menurut Danang, Indonesia sudah mengekspor produk CPO dan turunannya ke Rusia. Bahkan, tahun lalu Indonesia mengekspor CPO dan produk turunannya sebanyak 615.000 ton.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan mengatakan sampai saat ini belum ada kepastian komoditas apa saja yang akan ditukar oleh Rusia. "Sekarang masih dalam proses pembahasan," kata Oke.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×