kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Gappri: Cukai naik, produksi rokok diproyeksikan turun 1,5%


Senin, 07 Mei 2018 / 11:19 WIB
ILUSTRASI. Buruh pabrik rokok


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cukai rokok terus naik melemahkan pasar dan produksi dari rokok. Tahun ini, Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) memproyeksikan penurunan pasar dan volume produksi masing-masing sebesar 1% dan 1,5%.

Ketua Gappri Ismanu Soemiran menyatakan, naiknya cukai bakal diikuti naiknya harga rokok. Konsumen pun memilih rokok yang lebih murah. Sayangnya, pasar terbuka tersebut belum dapat diisi dengan pabrik menengah dan kecil.

“Pabrik menengah dan kecil itu belum dapat mengisi kapasitas pasar yang ditinggalkan,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (7/5).

Lanjutnya, pasar menengah juga akan ditinggalkan pasar di kalangannya dan turun ke bawah. Oleh sebab itu, tahun ini GAPPRI memproyeksikan kinerja produksi turun 1,5% dan pasar turun 1%.

Akibat dari kenaikan cukai rokok tersebut juga berimbas pada penurunan aktivitas pabrik. Ismanu menyatakan bahwa saat ini pabrik yang aktif berjumlah 100 pabrik dari 600 pabrik yang memiliki izin. “Pabrik itu seminggu hanya dua sampai tiga kali beroperasi,” ujarnya.

Ia berharap, tahun 2019 pemerintah memberikan keberpihakan kepada pabrik menengah kecil. Sebabnya, apabila kekosongan pasar dari pabrik besar yang tidak dapat diisi oleh pabrik menengah akan diisi rokok ilegal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×