kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.911   -17,00   -0,09%
  • IDX 6.193   74,07   1,21%
  • KOMPAS100 796   7,84   0,99%
  • LQ45 608   4,93   0,82%
  • ISSI 217   4,59   2,15%
  • IDX30 337   1,37   0,41%
  • IDXHIDIV20 431   1,76   0,41%
  • IDX80 91   0,94   1,05%
  • IDXV30 118   1,35   1,16%
  • IDXQ30 110   0,20   0,18%

Gappri: Cukai naik, produksi rokok diproyeksikan turun 1,5%


Senin, 07 Mei 2018 / 11:19 WIB
ILUSTRASI. Buruh pabrik rokok


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cukai rokok terus naik melemahkan pasar dan produksi dari rokok. Tahun ini, Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) memproyeksikan penurunan pasar dan volume produksi masing-masing sebesar 1% dan 1,5%.

Ketua Gappri Ismanu Soemiran menyatakan, naiknya cukai bakal diikuti naiknya harga rokok. Konsumen pun memilih rokok yang lebih murah. Sayangnya, pasar terbuka tersebut belum dapat diisi dengan pabrik menengah dan kecil.

“Pabrik menengah dan kecil itu belum dapat mengisi kapasitas pasar yang ditinggalkan,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (7/5).

Lanjutnya, pasar menengah juga akan ditinggalkan pasar di kalangannya dan turun ke bawah. Oleh sebab itu, tahun ini GAPPRI memproyeksikan kinerja produksi turun 1,5% dan pasar turun 1%.

Akibat dari kenaikan cukai rokok tersebut juga berimbas pada penurunan aktivitas pabrik. Ismanu menyatakan bahwa saat ini pabrik yang aktif berjumlah 100 pabrik dari 600 pabrik yang memiliki izin. “Pabrik itu seminggu hanya dua sampai tiga kali beroperasi,” ujarnya.

Ia berharap, tahun 2019 pemerintah memberikan keberpihakan kepada pabrik menengah kecil. Sebabnya, apabila kekosongan pasar dari pabrik besar yang tidak dapat diisi oleh pabrik menengah akan diisi rokok ilegal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×