kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45900,82   11,02   1.24%
  • EMAS1.333.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Genjot Produksi, Pabrik Kedua Jaya Swarasa Agung (TAYS) Siap Beroperasi Tahun Depan


Rabu, 15 November 2023 / 07:45 WIB
Genjot Produksi, Pabrik Kedua Jaya Swarasa Agung (TAYS) Siap Beroperasi Tahun Depan
ILUSTRASI. Pabrik ke-2 dari emiten manufaktur makanan ringan PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS) direncanakan segera beroperasi tahun 2024


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pabrik kedua PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS) segera beroperasi tahun 2024. 

Diketahui, pabrik ke-2 TAYS yang saat ini masih dalam tahap pembangunan tersebut berada di daerah Ujung Jaya, Kabupaten Sumedang dengan kapasitas produksi yang hampir mirip dengan pabrik pertama TAYS yang berada di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten.

Chief Operating Officer (COO) Tays Bakers Andrew Sanusi mengatakan perseroan menargetkan khususnya pada akhir tahun depan pabrik di Sumedang sudah bisa beroperasi secara maksimal.

“Estimasinya akhir tahun depan sudah bisa mulai produksi. Cuma tentunya kita akan melihat juga dari perkembangan costing serta kesiapan human resource di sana juga,” ungkap Andrew saat ditemui dalam acara kunjungan ke pabrik TAYS, Selasa (14/11). 

Baca Juga: Ekspansi ke Jepang, Jaya Swarasa Agung (TAYS) Gandeng Mixio Holdings

Pabrik ke-2 ini memiliki kapasitas produksi hingga 20 ton sehari atau sebesar 700-800 ton sebulan. Nantinya, pabrik ini pertama-tama akan difokuskan untuk memproduksi cracker panggang renyah yang rendah kalori andalan TAYS yaitu Tricks dan untuk memenuhi permintaan ekspor. 

Pihak TAYS juga merencanakan pabrik baru nanti akan menggunakan mesin dan sistem yang prosesnya lebih efektif dan efisien.

“Jadi kemungkinan kita akan install 2 line lagi untuk Tricks, tapi karena itu (pabrik) greenfield alias baru, kita prediksi bisa lebih cepat (produksinya),” ungkap Andrew.  

Untuk membangun pabrik ke-2 ini TAYS tambah dia, perseroan menggelontorkan dana kurang lebih kisaran Rp 70 hingga 80 miliar. Meliputi tanah, bangunan pabrik, hingga investasi mesin. 

“Anggarannya Rp 70 miliar sampai 80 miliar. Itu sudah termasuk bangunan sama investasi mesin pokoknya itu semuanya, itu totalnya,” tambah Andrew. 

Sebelumnya, niatan TAYS untuk membangun pabrik anyar ke dua mereka sejatinya sudah dimuat dalam prospektus penawaran umum perdana saham perusahaan pada tahun 2021 lalu. 

Utilisasi kapasitas produksi lini biskuit yang mendekati penuh serta adanya kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas produksi menjadi dalil perusahaan untuk membangun pabrik baru tersebut.

 

Kehadiran pabrik baru di Sumedang ini diprediksi bakal meningkatkan kapasitas pabrik untuk kategori biscuit & cracker dari semula 6.900 ton per tahun menjadi sekitar 17.000 ton per tahun.

Sebagai catatan, sejak berdiri pada tahun 1998, TAYS memulai usahanya dengan produksi wafer stick merek Nitchi. Kini, perseroan telah memiliki empat kategori produk yaitu biscuit & cracker, roller wafer, extruded puff snack dan chocolate confectionary. 

Tak hanya pasar domestik, TAYS juga sudah berhasil membawa produk-produk unggulan mereka khususnya produk biscuit & cracker serta roller wafer ke pasar luar negeri seperti negara-negara di ASEAN, China, Taiwan, Australia, Timur Tengah, hingga Amerika Serikat.

 
 
 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×