Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Global Infotech Solution (GIS), perusahaan layanan teknologi informasi yang berbasis di Indonesia, semakin menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) sebagai fondasi penting dalam strategi bisnis jangka panjang.
Pendekatan keberlanjutan ini tidak hanya sekadar tren, tetapi menjadi bagian integral dalam operasional dan tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab. Penerapan prinsip ESG kian menjadi tolok ukur penting di industri teknologi, seiring meningkatnya tuntutan transparansi dan keberlanjutan dari pelanggan global.
“ESG kini bukan lagi pembeda, melainkan prasyarat untuk menjaga kepercayaan dan keberlanjutan bisnis di industri teknologi,” kata Managing Director GIS Amon Fernandes dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).
Memasuki 2026, GIS terus memperkuat komitmen keberlanjutan melalui beragam inisiatif, seperti peningkatan penggunaan kendaraan listrik di jajaran manajemen, penerapan prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI), pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove, serta pengelolaan dan daur ulang limbah operasional lewat program GIS Recycling.
Baca Juga: Blibli Tiket Perkuat Strategi ESG untuk Efisiensi Operasional
Perusahaan juga menjalankan GIS Scholarship untuk mendukung pengembangan pendidikan di bidang teknologi informasi.
Di sisi operasional, lanjut Amon, GIS mendorong efisiensi melalui optimalisasi konsumsi energi, digitalisasi proses internal guna mengurangi penggunaan kertas, peningkatan standar keselamatan dan kesejahteraan karyawan, serta keterlibatan pemasok yang menerapkan prinsip pengadaan berkelanjutan.
Dengan keberlanjutan sebagai pilar strategi, GIS menegaskan posisinya di tengah industri teknologi nasional yang kian beradaptasi dengan standar ESG global. Langkah ini diyakini menjadi nilai tambah bagi pelanggan dan mitra bisnis di tengah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap praktik usaha yang transparan dan bertanggung jawab.
Atas komitmennya menerapkan ESG, GIS kembali mempertahankan penilaian keberlanjutan dari lembaga pemeringkat internasional EcoVadis pada 2026. GIS berhasil meningkatkan peringkatnya ke kategori Bronze Medal, setelah sebelumnya meraih badge Committed pada 2025.
Baca Juga: Kolaborasi Regional Menguat Dorong Transformasi Hijau Melalui Asia ESG PIA 2025
Pencapaian ini mencerminkan penguatan kebijakan, proses, dan implementasi ESG di seluruh operasional perusahaan, sekaligus menempatkan GIS di jajaran 35% perusahaan terbaik dari lebih dari 1.000 organisasi yang dinilai EcoVadis.
Capaian tersebut ditopang oleh berbagai fondasi keberlanjutan yang dibangun sepanjang 2025, antara lain penerapan kerangka ESG melalui kebijakan dan inisiatif internal, serta perolehan sertifikasi ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan) dan ISO 45001 (Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja). GIS juga meraih pengakuan eksternal melalui Top CSR Award 2025.
Selanjutnya: Airlangga Siapkan 3 Jurus Pulihkan Pasar Modal, Ini Rinciannya
Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Rabu 4 Februari 2026, Peluang Banyak
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













