kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

GMF bidik kenaikan pendapatan dari hanggar Batam


Selasa, 29 April 2014 / 19:01 WIB
GMF bidik kenaikan pendapatan dari hanggar Batam
Drama Korea Reborn Rich dibintangi Song Joong Ki unggul dari The First Responders hingga Alchemy of Souls 2 di deretan drama Korea terpopuler pada minggu pertama bulan Desember tahun 2022.


Reporter: Izzatul Mazidah | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA.  Anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dalam bidang perawatan pesawat PT Garuda Indonesia (GMF), saat ini sedang fokus membangun hanggar 4 yang terletak di Batam seluas 30 hektare (ha) dengan nilai investasi US$ 100 juta.

Hanggar tersebut tencananya akan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2014 ini. Sebelumnya, GMF sudah memiliki tiga hanggar yang saat ini masih disasar untuk pasar domestik.

Kelak, setelah selesai dibangun, hangar yang berada di Batam itu rencananya akan digunakan untuk melayani pasar luar negeri.

Richard Budihardianto Direktur Utama GMF sekaligus Ketua IAMSA, mengatakan, dengan adanya hanggar 4, kapasitas layanan akan meningkat hingga 30%.

“Sebelumnya, GMF melayani perawatan pesawat Sriwijaya Air sebanyak 30 unit, Garuda dan Citilink 140-an unit. Sementara, dari customer luar negeri (Cabo Air, Jet air dan Orient Thai dan lainnya), totalnya sekitar 250-an unit,” ujar Richard saat di wawancarai KONTAN (29/04).

Saat ini, GMF sudah melayani sekitar 40-50 negara di seluruh dunia. Richard menargetkan, dengan adanya hanggar baru bisa member kontribusi peningkatan revenue minimal 30% dari sebelumnya sebesar US$ 1 miliar.

“Di tahun 2017, kami akan menggenjot pendapatan hingga US$ 2 miliar dengan meningkatkan kapasitas produktivitas dalam 3-4 tahun ke depan,” imbuh Richard.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×