kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Go-Jek gencar sosialisasi agar pengguna terhindar dari penipuan


Selasa, 20 Februari 2018 / 17:26 WIB
ILUSTRASI. Go-jek


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Go-Jek imbau para penggunanya untuk berhati-hati dan waspada terhadap undian yang mengatasnamakan Go-Jek dan Go-Pay. Hal ini disampaikan GO-JEK melalui newsletter terbaru mereka dengan judul "Wawancara Kang Tipu: Pura-Pura Bilang Dapet Undian".

"Artikel tersebut merupakan salah satu bentuk sosialisasi kami kepada pengguna Go-Jek untuk waspada terhadap berbagai teknik penipuan yang digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab," ungkap Budi Gandasoebrata, Chief of Compliance Officer Go-Pay dalam siaran pers pada Selasa (20/2).

Bumi menyatakan pihaknya terus melakukan berbagai edukasi dan sosialisasi kepada pelanggan untuk tetap waspada. Sosialisasi ini dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi di antaranya blog, newsletter dan in-app message. Bahkan, di setiap SMS kode otentifikasi.

Dia menambahkan, kode otentifikasi yang dipakai Go-Jek adalah kode otentifikasi sekali pakai dan sama seperti yang ditetapkan oleh bank atau penerbit kartu kredit. Kode otentifikasi tersebut berbeda-beda setiap kali pengguna berusaha masuk atau login ke aplikasi Go-Jek, dan dikirimkan langsung ke nomor yang terdaftar di Go-Jek.

Budi juga meminta pelanggan untuk terus waspada dan hati-hati terhadap oknum yang mengaku dari Go-Jek. "Bila ada orang yang mengaku dari Go-Jek dan mengiming-imingi hadiah, kami minta pelanggan untuk tidak percaya dan segera melaporkannya ke customer service kami," imbuh Budi.

"Kami di Go-Jek dan Go-Pay tidak pernah mengadakan undian atau pemberian hadiah apapun kepada pelanggan, apalagi dengan meminta kode verifikasi melalui SMS atau telepon. Bila ada SMS masuk dari GO-JEK yang berisi kode otentifikasi tanpa pelanggan pernah log-out dari aplikasi di handphone, pelanggan patut curiga. "Ini berarti ada oknum yang tidak bertanggung jawab yang mencoba mengakses aplikasi GO-JEK pelanggan dari handphone lain," kata Budi.

Kode otentifikasi tersebut, lanjut Budi, bersifat rahasia dan jangan diberikan kepada pihak manapun. GO-JEK tidak pernah meminta pelanggan memberikan kode otentifikasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×