kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Gojek dukung semangat kolaborasi pemerintah membangun integrasi transportasi


Senin, 26 Oktober 2020 / 13:29 WIB
Gojek dukung semangat kolaborasi pemerintah membangun integrasi transportasi
ILUSTRASI. Logo aplikasi pembayaran digital dari Gojek, GoPay dan GoBills


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gojek mendukung semangat kolaboratif pemerintah yang terus mendorong perluasan dan jangkauan integrasi transportasi umum. Salah satunya di DKI Jakarta, kota metropolitan dengan mobilitas penduduk yang tinggi.

Head of Transport Gojek Group Raditya Wibowo memaparkan, kolaborasi yang dilakukan para stakeholder sangat diperlukan untuk mempercepat integrasi transportasi.  Sebab operator transportasi massal akan kesulitan berdiri sendiri melayani masyarakat.

“Karena orang berpindah- pindah ke berbagai tempat. Dan pada akhirnya user (masyarakat pengguna transportasi umum) tidak mau pusing pilihan rute dan transportasi yang mana. Tapi bila semua moda transportasi kerja sama dan terintegrasi maka akan win-win,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima kontan.co.id, Minggu (25/10).

Baca Juga: ​Cara mudah transfer saldo GoPay ke rekening bank

Beragam rangkaian solusi Gojek termasuk layanan GoRide dan GoCar menjadi pilihan utama masyarakat sebagai sarana penghubung awal dan akhir perjalanan (first-mile-last-mile) bagi pengguna transportasi publik di Jabodetabek.

Menurutnya, dengan Gojek, transportasi publik lebih mudah dijangkau dan lebih sering digunakan masyarakat. Hal ini terbukti dari jumlah perjalanan dengan Gojek dari dan menuju hub transportasi yang meningkat 46% setiap tahunnya.

“Kenaikan tersebut menunjukkan kehadiran layanan GoRide dan GoCar telah menjadi bagian penting yang melengkapi transportasi publik guna memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah urban seperti Jabodetabek,” sebutnya.

Berdasar data internal Gojek, yang menyatakan 1 dari 2 pelanggan Gojek pernah menggunakan layanan Gojek dari atau menuju hub transportasi.

Kemudian, jumlah pengguna yang menggunakan layanan GoRide dan GoCar untuk mencapai stasiun MRT pada Desember 2019 meningkat hampir 7x lipat sejak MRT diluncurkan.

Sebelas lokasi stasiun KRL Commuter Line dan Kereta Jarak Jauh juga menjadi titik berangkat dan tujuan yang paling sering dipesan pengguna layanan GoRide di Jabodetabek.

Raditya menjelaskan, masyarakat yang menggunakan GoRide dan GoCar sebagai penghubung awal dan akhir perjalanan (first-mile-last-mile) ke pusat transportasi publik juga menghemat waktu perjalanan hingga 40%.

Fitur dan layanan GoRide Instan mampu memangkas waktu tunggu pengguna hingga 40% di berbagai titik hubung transportasi publik seperti Stasiun MRT, KRL, dan Transjakarta.

William Sabandar, Direktur Utama PT MRT Jakarta menjelaskan integrasi infrastruktur transportasi kian diperlukan demi meningkatkan pelayanan transportasi public.

"(Dalam integrasi) Gojek akan melayani last mile atau end mile. Turun dari MRT Lebak Bulus, Gojek bisa berperan mengantarkan masyarakat ke rumah. Integrasi ini yang sangat penting,” jelasnya.

Baca Juga: Lewat fitur perlindungan khusus, driver Gojek bisa cegah order fiktif

Menurutnya integrasi tak hanya aspek layanan. Tapi juga aspek ticketing seperti lewat GoTransit. “Jadi masyarakat bisa merasakan suatu kenikmatan, dia keluar dari rumah pakai satu aplikasi sampai ke ujung dia sudah selesai dengan satu sistem pembayaran,” katanya.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi  menjelaskan pengembangan transportasi yang berkelanjutan tak hanya infrastruktur fisik tapi juga pengembangan sistem informasi dan komunikasi (ICT).

Ditambah dengan adanya pandemic maka ada kewajiban penyedia transportasi untuk membuat protokol kesehatan baru.

“Meski dalam pandemic kita harus move on dalam mengembangkan transportasi public yang aman dan baik,” kata Budi.

Ia menilai stasiun Kereta Api Cisauk di Kabupaten Tangerang, Banten bisa menjadi salah satu contoh integrasi moda transportasi yang baik. Sekaligus jadi contoh kolaborasi swasta dan pemerintah dalam membangun integrasi transportasi public.

Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC Bernadia Irawati Tjandradewi menjelaskan pemerintah perlu banyak mendengar kebutuhan masyarakat. “Sehingga kebijakan yang dikeluarkan betul-betul berdasarkan kebutuhan masyarakat,” kata Bernadia.

Baca Juga: Investasi Telkomsel di Gojek lebih untung daripada bikin perusahaan baru

Ia juga mengapresiasi Gojek khususnya dalam masa-masa pandemic bisa membantu masyarakat dalam banyak hal. “Mitra driver masih berani berjuang bekerja melayani masyarakat. Saya juga ingat pernah saya dalam kondisi banjir, mitra Gojek tetap ada,” jelasnya

UCLG ASPAC merupakan divisi regional dari asosiasi kota pemda tingkat dunia untuk kawasan Asia Pasifik. Bermarkas di Jakarta, UCLG ASPAC menjadi bagian wilayah UCLG terbesar dengan jaringan melebihi 10.000 pemerintahan daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×