kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Golden Energy perkuat bisnis di Negeri Panda


Minggu, 19 April 2015 / 10:33 WIB
Golden Energy perkuat bisnis di Negeri Panda
ILUSTRASI. Angga Yunanda dalam perannya sebagai Muklas di film Budi Pekerti dan beberapa daftar film lain yang pernah dibintanginya.


Reporter: Agustinus Beo Da Costa | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) mendirikan anak usaha bernama Shanghai Jingguang Energy Co. Ltd. di Shanghai, China. Golden Energy membenamkan dana CNY 30 juta atau setara US$ 5 juta di perusahaan anyar itu. 

Tujuan Golden Energy mendirikan anak usaha baru untuk untuk memperbesar porsi perdagangan ekspor batubara ke China. Tahun lalu, dari total penjualan batubara sebesar 9 juta ton, sekitar 33% diekspor ke pasar China.

Tahun ini, Golden Energy menargetkan bisa menjual 13,5 juta ton batubara. Sayangnya, manajemen perusahaan berkode GEMS di Bursa Efek Indonesia itu enggan menyebutkan target porsi penjualan ekspor ke China.

Yang jelas, Golden Energy optimistis penjualan batubara ke China tetap mulus meskipun ada larangan impor batubara berkualitas rendah dan pengenaan pajak impor batubara. Batubara perusahaan itu berkalori 4.000 kkal/kg - 5.300 kkal/kg. 

"Kalau harga cocok, ya kami pasok untuk memperkuat trading kami," ujar Sekretaris Perusahaan PT Golden Energy Mines, Sudin Sudiman, kepada KONTAN, Selasa (14/4). 

Selain memperbesar pasar, Golden Energy akan memakai Shanghai Jingguang sebagai perpanjangan tangan bisnis alias trading arms perusahaan ini di Negeri Panda. Trading arms ini akan memudahkan Golden Energy mengawasi pasokan batubara kepada pembeli alias end user

Asal tahu saja, mayoritas konsumen batubara di China adalah pabrik-pabrik manufaktur. Termasuk, Asia Pulp and Paper (APP), yang tak lain adalah sister company. Pasalnya Asia Pulp and Paper dan Golden Energy menginduk di bawah payung Grup Sinarmas. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×